Konten Berbayar Telegram Tak Berlaku Bagi Pengguna iOS, Alasannya?

Merdeka.com - Merdeka.com - Telegram membatalkan opsi konten berbayar bagi pengguna iOS di aplikasinya. Hal ini sebagai buntut keluhan pengembang iOS yakni Apple yang diterima pihak Telegram.

Sebelumnya, pembuat konten di Telegram dapat memanfaatkan sistem pembayaran pihak ketiga untuk menjual konten tertentu di saluran mereka. Dengan itu, pengguna menerima hampir sepenuhnya hasil penjualan konten berbayar tersebut.

Namun, CEO Telegram Pavel Durov mengatakan, pihaknya harus menutup fitur ini bagi pengguna iOS. Dikarenakan bersinggungan dengan ketentuan Apple terkait kewajiban bayar pajak 30 persen.

"Sayangnya, kami menerima kabar dari Apple bahwa mereka tidak senang dengan pembuat konten yang memonetisasi karya mereka tanpa membayar pajak 30 persen kepada Apple," tulis Durov, seperti dilansir dari Endgadget, Selasa (1/11).

"Karena Apple memiliki kendali penuh atas ekosistemnya, kami tidak punya alternatif selain menonaktifkan konten berbayar itu di perangkat iOS," imbuhnya.

Pajak 30 persen tersebut mengacu pada pemotongan diambil Apple dari pembayaran dalam aplikasi ataupun pembelian aplikasi. Biaya yang disasarkan perusahaan lewat App Store ini pernah mengundang kritik berbagai pihak, seperti penerbit berita, Spotify, dan mungkin paling terkenal, Epic Games.

Meskipun Telegram tetap mematuhi aturan Apple itu, Durov menyampaikan kecaman kepada perusahaan berbasis California itu. Menurut dia, yang dilakukan Apple adalah monopoli.

Menyalahgunakan dominasi pasarnya dengan mengorbankan jutaan pengguna yang mencoba memonetisasi konten mereka sendiri. Dia berharap, para pengambil kebijakan dapat segera mengatasi persoalan ini.

"Sebelum Apple menghancurkan lebih banyak mimpi dan menghancurkan lebih banyak pengusaha," kata dia.

CEO Telegram menambahkan, pihaknya sedang mencari alternatif agar para pengguna iOS masih bisa menghasilkan uang dari konten mereka. Tanpa adanya pembatasan oleh Apple.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [faz]