Kontingen Indonesia Olimpiade jalani tes swab PCR jelang ke Tokyo

·Bacaan 2 menit

Kontingen Indonesia menjalani tes swab PCR sebagai syarat keberangkatan ke Olimpiade 2020 Tokyo sekaligus syarat wajib yang harus dilakukan tim Merah Putih selama tujuh hari berturut-turut sebelum ke Jepang.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, atlet, pelatih, dan ofisial dari cabang olahraga panahan, menembak, renang, dan angkat besi sudah dikarantina di Jakarta setelah menjalani tes swab PCR bersama Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dan Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P. Roeslani.

"Ini adalah uji hari keempat jelang keberangkatan. Semua atlet sudah masuk karantina dengan sistem bubble di mana satu atlet menempati satu kamar. Khusus surfing, tes dilakukan di Bali dan rowing di Pengalengan dengan rumah sakit yang telah mendapat rekomendasi dari pemerintah Jepang,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta.

Tim Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari Walls dan Li-Ning ini berkekuatan 28+1 atlet cadangan yang akan berkompetisi pada delapan cabang olahraga. Keberangkatannya terbagi menjadi tiga kloter.

Baca juga: Jelang Olimpiade, angkat besi dan surfing jalani karantina terpisah

Kloter pertama adalah bulu tangkis yang sedang menjalani latihan pra-Olimpiade di Kumamoto sejak 8 Juli. Selanjutnya, cabang olahraga panahan, menembak, rowing, surfing, dan renang pada 17 Juli. Terakhir adalah cabang olahraga atletik pada 24 Juli.

Sementara itu, ada perubahan jadwal keberangkatan untuk Ketua Umum KOI dan CdM. Keduanya awalnya diagendakan bertolak pada 20 Juli, tapi dimajukan jadi 17 Juli. Sedangkan rombongan KOI dan tim pendukung dibagi dalam dua keberangkatan, yakni 20 Juli dan 24 Juli.

"Keberangkatan mengalami perubahan karena ketua umum KOI dan CdM harus menghadiri pertemuan di Tokyo. Selain itu, maskapai yang memiliki penerbangan langsung ke Narita Airport atau Haneda Airport sangat terbatas sehingga beberapa ada yang mengalami perubahan keberangkatan," kata Sekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono.

Meski demikian, Ferry mengatakan KOI bersama CdM berkomitmen menjaga atlet-atlet Indonesia. Kesehatan seluruh atlet yang berangkat akan diasuransikan sebagai salah satu upaya proteksi.

"Jadi asuransi ini meliputi travel insurance dan COVID-19," tambah Ferry.

Baca juga: Atlet Olimpiade tetap latihan di pelatnas selama karantina

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel