Kontingen NTB optimistis dengan pencapaian target di PON Papua

·Bacaan 1 menit

Ketua Kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) Mori Hanafi mengaku optimistis dengan pencapaian medali timnya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua meski hingga saat ini belum memenuhi target yang ditetapkan.

"Alhamdulillah. Kami bangga serta bersyukur atas pencapaian dan kerja keras atlet di PON ini," kata Mori Hanafi melalui telepon dari Mataram, Minggu.

Hingga lima hari menjelang penutupan kejuaraan empat tahunan ini, kontingen NTB mengumpulkan 18 medali yang terdiri delapan medali emas, enam perak dan empat perunggu.

Adapun cabang olahraga yang sukses menyumbangkan medali emas diantaranya lari 100 meter putra lewat Lalu Muhammad Zohri, lompat jauh dan lompat jangkit.

Baca juga: Zohri perkasa saat raih emas nomor 100 meter putra
Baca juga: Zohri targetkan dulang dua emas tambahan di PON XX Papua

Selanjutnya dari cabang olahraga panjat tebing (putri beregu dan nomor combine) dan balap motor. Kemudian yang terbaru medali emas berhasil diraih voli pasir putri dan kempo.

"Kami optimistis target 17 medali emas bisa tercapai. Masih banyak nomor cabang olahraga yang belum dipertandingkan," kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD NTB ini.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, pencapaian atlet NTB di PON Papua sesuai dengan harapan meski harus ditingkatkan lagi menjelang penutupan kejuaraan empat tahunan ini, Jumat (15/10).

"Kalau dilihat progresnya sangat baik," kata Mori Hanafi menegaskan.

Untuk itu pihaknya berharap kepada seluruh atlet NTB agar tetap fokus dan tetap semangat dalam meraih capaian terbaik pada PON XX Papua.

"Mohon do'a dari seluruh masyarakat NTB agar seluruh atlet berjuang maksimal dan menghasilkan emas demi emas," pungkas Ketua Kontingen NTB itu.

Baca juga: NTB-1 pertahankan tradisi emas voli pasir putri tiga kali beruntun
Baca juga: Tuan rumah dan NTB kirim tiga wakil ke final tinju putri PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel