Kontrak Bauman Setara Konate, Begini Respons Suporter Arema

Bola.com, Jakarta - Arema FC masih memburu pemain asing untuk memperkuat skuat musim 2020. Mantan striker Persib Bandung, Jonathan Bauman, masuk dalam daftar bidikan.

Terlebih striker berpaspor Argentina itu pernah menjadi anak asuh pelatih Arema saat ini, Mario Gomez. Namun, upaya Arema FC memboyong Bouman terkendala kontrak yang tinggi.

Penyerang yang pada musim 2019 memperkuat klub Malaysia, Kedah FA, itu meminta kontrak sama seperti kenaikan senilai kontrak gelandang Mali, Makan Konate, untuk musim 2020.

Disinyalir, nominalnya mencapai Rp4 miliar untuk durasi satu tahun. Jika Bauman ngotot, Arema akan mempertimbangkan opsi lain, yaitu pemain asing baru dari negara yang sama, Argentina.

Kondisi ini serupa dengan masalah Arema FC mempertahankan Konate. Gara-gara kesepakatan urung terjadi, sang pemain akhirnya dilepas.

Suporter pun ikut berkomentar terkait kemungkinan Arema FC mendatangkan Jonatan Bouman. Curhatan Aremania tersebut diutarakan melalui media sosial Twitter.

Berikut Bola.com lampirkan beberapa cuitan suporter Arema FC terkait masalah ini.

1. Yang Bingung soal Status Jonathan Bauman

2. Agen Keterlaluan

3. Sebaiknya Studi Banding Dulu ke Persela

"Manajemen kok nisa kalah dengan suporter dalam hal mencari info tentang pemain asing, tapi apa mau maju kalau seperti itu caranya mencari pemain asing. Sudah punya pemain asing bagus seperti Konate malah dilepas. Gantinya Bauman ternyata harganya sama. Zonk. Studi banding ke Persela dulu bos."

4. Ternyata Agennya Sama dengan Makan Konate

"Bauman dan Konate dari agen yang sama dengan harga yang sama. Ya mending pertahankan Konate saja. Bakal ruwet kalau negosiasi dengan Julius Kwateh."

5. Nominal Segitu Mending Beli Konate Saja

"Kalau seperti itu mending menikung Konate saja. Konate pemain yang direkomendasikan bertahan (oleh pelatih). Kalau Bauman malah tidak diperpanjang oleh klub sebelumnya."

6. Tidak Kaget

7. Tetap Minta Diborong

8. Kalau Harganya Sama Mending Konate Saja

9. Borong Saja