Kontras: HAM di Papua Memprihatinkan

Jayapura (ANTARA) - Koordinator Komisi Untuk Korban Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Papua, Olga Helena Hamadi, menilai kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) di provinsi paling timur Indonesia itu hingga saat ini masih memprihatinkan.

"Kasus HAM yang terjadi tidak berkurang, tapi sebaliknya terus bertambah," kata Olga Hamadi di Jayapura, Papua, Selasa.

Ia menilai hingga saat ini kekerasan yang terjadi di Papua dan Papua Barat terus terjadi, bahkan dari tahun ke tahun terus menunjukan peningkatan. "Ini yang patut disayangkan, HAM di Papua tidak berkurang," katanya.

Olga beranggapan bahwa pemerintah tidak menunjukan keseriusan dalam menyelesaikan masalah yang kerap terjadi di wilayah itu. "Anehnya peraturan yang ada cukup jelas dan tegas, tapi persoalan ataupun penyelesaian HAM di Papua tidak tuntas dan membuat warga setempat puas dengan kinerja aparatur pemerintah yang ada," katanya.

Untuk itu, perempuan asal Port Numbay itu berharap pemerintah dan semua pihak terkait lebih serius menyelesaikan berbagai masalah HAM yang ada di Papua. "Harapan yang ada adalah pemerintah harus menunjukan keseriusan dengan regulasi yang telah dibuat," katanya.

Sementara itu, Ruben Magai ketua komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Papua meminta kepada pemerintah harus bisa memetakan dan mengetahui potensi konlfik yang ada didaerah tersebut. "Karena dengan begitu pemerintah bisa menyelesaikan masalah HAM di Papua, potensi konflik harus diketahui," katanya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.