Kontras Surabaya Tuduh Pemkab Usir Pengungsi

Liputan6.com, Surabaya: Kontras Surabaya mengutuk keras pengusiran para pengungsi Syiah dari GOR Sampang yang dilakukan secara paksa oleh Pemerintah Kabupaten, Kamis (12/1).

"Evakuasi paksa atau pengusiran itu terjadi karena prosesnya tidak dilakukan dengan dialog terlebih dulu dengan warga Syiah, karena itu kami minta Pemerintah Pusat mengambil alih kasus itu," kata koordinator Kontras Surabaya, Andy Irfan Junaidi di Surabaya, Jumat (13/1). Alasan pihak Pemkab, bahwa GOR akan digunakan untuk aktivitas olahraga.

Dalam evakuasi tersebut, menurut Kontras Surabaya, pimpinan Syiah Sampang ustaz Tajul Muluk dan keempat ustaz lainnya tak boleh ikutan pulang bersama warga Syiah lainnya.

"Yang lebih memprihatinkan, hingga saat ini tidak ada komitmen dari pemerintah untuk memberikan perlindungan dan pemulihan atas hak-hak warga Syiah sebagai korban," ujar Kontras.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Ali Said justru sepakat dengan apa yang dilakukan Pemprov Jatim agar persoalan di Sampang diselesaikan oleh pemda setempat. Ali Said mengimbau masyarakat agar jangan sampai terpancing dengan hasutan orang-orang untuk nimbrung dalam masalah itu.

"Pemerintah juga harus mendorong adanya dakwah yang kompetitif dan sehat," tuturnya. Banyaknya konflik yang mengatasnamakan agama dan aliran itu dipicu dua faktor, yakni penganut "agama baru" yang melakukan dakwah secara ekspansif dan penganut "agama lama" yang melakukan dakwah secara agresif.

Ratusan warga pengikut Syiah mengungsi sejak terjadi insiden pembakaran musala dan rumah tinggal mereka di Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, 29 Desember 2011 lalu. (ANT/Vin)