Kontribusi Ekonomi Digital ke PDB RI Capai Rp44 Miliar pada 2020

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengakui, selain memberikan dampak negatif, pandemi COVID-19 juga telah memberikan manfaat terhadap perkembangan ekonomi digital di Tanah Air.

Sebab, di tengah banyaknya tantangan yang harus dihadapi Indonesia di tahun 2020 lalu, kontribusi terhadap PDB dari sektor ekonomi digital telah mencapai Rp44 miliar atau tumbuh 11 persen dari tahun 2019.

"Bahkan prediksi McKinsey Global Institute menyatakan bahwa ekonomi digital akan mampu menyumbangkan sebesar Rp130-Rp150 miliar daripada pertumbuhan PDB Indonesia di tahun 2025 mendatang," kata Airlangga dalam telekonferensi di acara 'Percepatan Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia di Masa Pandemi', Rabu 28 April 2021.

Selanjutnya, Airlangga memastikan dalam jangka panjang, besaran kontribusi ekonomi digital terhadap PDB nasional bisa mencapai 3 persen. Pandemi COVID-19 menurutnya juga telah membawa perubahan perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis, yang perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha.

Karena, selama pandemi telah terjadi shifting pola konsumsi barang dan jasa dari offline ke online, di mana terjadi kenaikan trafik di ranah online hingga sebesar 15-20 persen.

"Sehingga ini mempertegas pentingnya digitalisasi," ujarnya.

Dari sisi pelaku usaha, sebanyak 37 persen konsumen baru telah ikut memanfaatkan ekonomi digital pasca pandemi COVID-19. Selain itu, 45 persen pelaku usaha juga aktif melakukan penjualan melalui platforms online selama pandemi.

Karenanya, pemerintah pun akhirnya memandang UMKM digital sebagai kunci pemulihan ekonomi, sehingga pemerintah berkomitmen untuk mendorong digitalisasi UMKM offline untuk onboarding.

"Dan juga memberikan stimulus bagi UMKM yang sudah masuk ke ranah digitalisasi," ujarnya.