Kontribusi Penyerang Lokal di Klub-Klub BRI Liga 1 Semakin Tergerus

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Kontribusi pemain lokal di lini serang klub-klub BRI Liga 1 semakin tergerus. Setelah era kejayaan Boaz Solossa, tak ada lagi penyerang Indonesia yang bisa menggapai predikat pencetak gol terbanyak di kompetisi tertinggi Tanah Air.

Pergeseran peran itu mulai jamak terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tuntutan yang semakin besar dari suporter membuat klub memilih jalan pintas mencari penyerang asing, ketimbang mengorbitkan pemain muda.

Tanpa menghitung pemain-pemain naturalisasi yang cukup banyak jumlahnya, pemain lokal Indonesia tak sedikit hanya menjadi cadangan mati dari sang protagonis utama.

Sebetulnya ada beberapa nama lokal yang mampu menciptakan hingga dua digit gol sejak Liga 1 2017. Tetapi, perlahan peran mereka ditekan dan klub tak lagi memercayai mereka sebagai penyerang utama.

Mulai dari Lerby Eliandry, Samsul Arif Munip hingga Titus Bonai, tak ada lagi yang mendapat tempat sebagai starter di klub BRI Liga 1 musim ini. Ketiganya kalah bersaing dengan pemain-pemain lainnya di posisi yang sama.

Di Mana Pemain Lokal?

Lima gol tercipta dalam laga pekan ke-4 BRI Liga 1 2021/2022 antara PSM Makassar kontra Persik Kediri di Stadion Wibawa Mukti, Kamis (23/9/2021). PSM menjadi pemenang dengan skor 3-2 usai Ilham Udin Armaiyn mencetak gol penentu ke gawang Persik di masa injury time. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Lima gol tercipta dalam laga pekan ke-4 BRI Liga 1 2021/2022 antara PSM Makassar kontra Persik Kediri di Stadion Wibawa Mukti, Kamis (23/9/2021). PSM menjadi pemenang dengan skor 3-2 usai Ilham Udin Armaiyn mencetak gol penentu ke gawang Persik di masa injury time. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Saat ini, pemain lokal lebih banyak mendapat peran yang lebih melebar di klub BRI Liga 1. Tetapi, pos itu pun perlahan mulai dijajaki pemain asing seperti Rafinha (Barito Putera), Ciro Alves (Persikabo 1973), dan Taisei Marukawa (Persebaya Surabaya).

Namun, beberapa nama lokal kembali ke permukaan setelah mendapatkan tempat di tim utama. Dimas Drajad (Persikabo 1973) dan Ilham Udin Armyan (PSM Makassar) menjadi bagian integral timnya di lini serang.

Demikian pula muka-muka baru seperti Irfan Jaya (PSS Sleman) dan Ricky Kambuaya (Persebaya). Masing-masing telah menciptakan empat gol sejauh ini dan diperkirakan akan bertambah seiring waktu.

Sayangnya, para pemain yang disebutkan ini tak bisa diharapkan rutin mencetak gol dalam setiap pertandingan. Alhasil, peluang merebut predikat topskorer dari para pemain asing tersebut hampir dikatakan tidak ada.

Ilija Spasojevic Jadi Harapan

Pemain Bali United, Ilija Spasojevic dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). Bali United menang 1-0. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pemain Bali United, Ilija Spasojevic dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). Bali United menang 1-0. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Tetapi bila menghitung pemain-pemain naturalisasi sebagai pemain lokal, beberapa nama beken bermunculan di daftar ini. Yang paling menyita perhatian tentu Ilija Spasojevic.

Mantan striker Bhayangkara FC itu memiliki naluri mencetak gol yang tinggi. Bahkan, dalam situasi yang nyaris mustahil sekalipun, pemain berusia 34 tahun tersebut masih bisa menggetarkan jala gawang lawan.

Sejauh ini, Spasojevic memuncaki daftar topskorer seorang diri dengan torehan tujuh gol. Namanya berada di atas para pemain asing yakni Youssef Ezzejari (Persik), Paulo Henrique (Persiraja), dan Ezechiel N'Douassel (Bhayangkara FC).

Yuk Tengok Posisi Klub Favorit Kamu:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel