Kontroversi Diet Tya Ariestya, Sayuran Disebut Bikin Gemuk

Adinda Permatasari, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 5 menit

VIVA – Buku diet Tya Ariestya membuat sejumlah tokoh meradang. Terbaru, Fitness influencer Yulia Baltschun, yang geram akan pola diet tersebut, meminta agar buku itu tak lagi dibaca oleh banyak orang.

Bahkan, Yulia mem-blacklist diet yang dijalani ibu dua anak itu. Yulia mengaku, mengetahui pola diet Tya tersebut dari sebuah akun komunitas gizi. Tim VIVA kemudian menelusurinya.

Adalah akun @gizipedia_id yang memulai sebuah utas akan pola diet tersebut. Dibeberkan akun itu, awalnya sempat bingung lantaran banyak netizen yang bertanya peran sayur yang dianggap memicu kegemukan. Usut punya usut, pertanyaan itu lahir akibat dari sebuah buku diet yang viral. Ya, buku itu berjudul The Journey of #FitTyaAriestya.

"Sebagai ahli gizi, koleksi buku diet keluaran pakar kesehatan sampai artis sudah sangat banyak. Tapi baru kali ini, sangat ingin review buku diet. Karena kesalahan pahaman ini harus segera berhenti," tulis akun itu.

Berikut beberapa kontroversi diet Tya Ariestya berdasarkan akun tersebut.

Sayuran picu kegemukan

Dalam utas pertamanya, akun itu menyematkan pernyataan bahwa sayuran menghambat penurunan berat badan. Pernyataan itu berasal dari buku Tya di halaman 40-41.

"'Bukan karena sayur itu gak bagus buat badan, tetapi karena aku gak suka aja, hehe!' kalimat yg mengakhiri paragraf kedua. What?" kata akun itu.

Masih di halaman yang sama, opini Tya Ariestya dalam buku itu, kembali diulas oleh akun tersebut. Lagi-lagi, opini akan pola diet itu membuatnya cukup khawatir.

"Pada paragraf ke-6, "Oh iya, tau gak sih, kalau sayur bisa menghambat penurunan bb, loh". Speechless. Seumur hidup baru ini saya dengar statement itu. Dibuku tertulis, dokter tidak mempermasalahkan kalau gak suka makan sayur, ya ga usah dulu. Speechless lagi. Mengingat sejak kuliah mati-matian usaha membuat inovasi agar sayur bisa dinikmati yg tidak suka," terang akun itu panjang lebar.

Sayur dianggap memiliki dampak kurang baik

Dari utas di atas, berlanjut bahwa Tya menyebut sayur memiliki serat. Peran serat sendiri akan berdampak buruk pada bakteri baik dalam tubuh. Hal itu pun dibantah oleh akun gizi itu.

Kembali dari opini Tya, disebutkan bahwa bakteri baik yang terganggu tidak menyerap nutrisi penting dari lambung dan usus. Lalu, Tya beropini bahwa makan berserat menyebabkan perut kembung dan diare pada beberapa orang.

"Salah juga, penyebab kedua penyakit itu bukan serat pangan," koreksi akun itu.

Salad bisa sebabkan kenaikan berat badan

Di poin keempat, akun itu menuliskan bahwa Tya menyebut salad, sayuran mentah, dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Penyebabnya, karena ada selulosa yang menghambat metabolisme tubuh. Akun itu kembali mengoreksi.

"Sekali lagi, ini juga tidak benar. Sobat vegetarian, ahli gizi & sejawat nakes pasti menangis baca halaman ini," tulis akun itu.

Dokter yang bertanggungjawab

Di halaman 41, buku itu menuliskan kutipan dengan huruf yang besar dan cantik. "Yes! Dr. Yusri bilang kalau sayur bisa menghambat penurunan berat badan, dan aku yg gak suka sayur seneng bgt sama statement itu, hehehe."

Akun itu menjelaskan bahwa kutipan itu disertai foto dokter dengan snelli (jas putih), yang tampak meyakinkan. Padahal ini info tidak tepat loh. Menurut akun itu, deklarasi itu tak masuk akal.

"Terlepas dari deklarasi aneh tersebut, mau menegaskan bahwa penulisan gelar medical dokter adalah 'dr' bukan 'Dr'
Dokter bukan doktor. Semua ditulis seusai buku ya. Meski bukan dokter, saya pikir rasanya janggal bila gelar salah tulis. Bukan begitu?"
tanya akun itu.

Bebas pakai garam

Di halaman 55, dituliskan ayam fillet tanpa kulit boleh dimakan dengan bumbu apapun. Tulisnya, "boleh pakai garem, bebas malah..."
Kecuali terasi.

"Nggak tahu alasan ilmiahnya kenapa. Ini tidak tepat. Konsumsi garam itu tidak bebas dipakai enaknya ya," jawabnya.

Akun itu menjelaskan, garam, natrium konsumsinya dibatasi. Kemenkes sudah sangat gencar promosi G1G4L5 (Garam 1 sdt, Gula 4 sdt, Lemak 5sdm).

"Buat apa kurus kalau hipertensi? Coba googling aja. Banyak sekali alasan knp garam dibatasi," jawabnya lagi.

Menu murah

Buku itu juga menulis bahwa menu murah yakni Rp4.350,- sekali makan. Di halaman 54-57, ada perhitungan yg menyangkal diet ini mahal.

"Ya... kalo ayamnya tok sih murah. Eits! harga multivitamin, omega3 & biskuit diet dlm meal plan kenapa ga ditulisSmirking face? Apa betul diet ini murah kalau ngikut poin A-Z persis?' katanya.

Menurut akun itu, baru harga konsultasinya saja sudah lebih mahal dari konsul ahli gizi teregistrasi.

“Saya juga penasaran, kalau benar harga multivitamin sesuai laporan beberapa followers akun ini. Jutaan rupiah. Artinya, diet ini tidak murah,” tulis akun itu.

Kalori hanya 500

Kita pakai menu yg di rancang tgl 19 Oktober 2020.

09.00 - Melon 50 g
12.00 - Nasi 2 sdm + ayam tanpa kulit/ikan laut 40 g
15.30 - Putel 1 buah
19.00 - (sama dg jam 12) + omega3
21.00 - putel 1 buah

Plus multivitamin setelah makan pagi & siang

Akun itu pun menjabarkan kalori sebenarnya, di mana sangat jauh dari angka yang ditotalkan Tya. Akun itu pun lantas menyindir bahwa jika ingin berat badan turun dengan mengurangi kalori, sama saja dengan konsumsi kalori seperti Makanan Pendamping ASI.

"Ya jelaslah, kalau makannya Mirip-mirip banyak kalori MP-ASI gitu mustahil kalau BB ngga turun," jelasnya.

"Tahu VLCD? Very low calorie diet? Contoh terkenal ada diet IU, diet jennie dll. Biasanya emang identik dengan diet artis karena hanya digunakan bbrp hari sebelum acara penting sejenis photoshoot. Jadi pas hari H, tubuh lebih ramping. Gitu ya tujuannya," sambung akun itu.

Sementara, pakar banyak melarang diet jenis ini untuk jangka panjang. Beragam bahaya bisa menghampiri dan terbukti efek penurunan berat badannya tidak bertahan lama.

Menyamakan kondisi tiap orang

Akun itu menjelaskan bahwa halaman 62 tertulis, "ini gampang (makan segitu) apa susah? Tergantung, kalau kamu jalanin & anggap gampang ya gampang banget. Buktinya aku bisa". Dan di YouTube, juga disampaikan hal serupa.

"Kenalin, anecdotal evidence. musuh bebuyutan ilmuwan. Menyamaratakan proses diet (include respon kondisi tubuh) setiap orang sama berdasarkan pengalaman itu kesalahan. Punten, metabolisme tubuh org beda-beda. Kalau ada yg pingsan karena makan segitu gimana?" beber akun itu.