Kontroversi Kecelakaan Massal Moto2 Portugal yang Melibatkan 11 Pembalap, Regulasi Ini Jadi Sorotan

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Kecelakaan massal mengerikan yang melibatkan sebelas pembalap pada balapan kelas Moto2 Portugal di Sirkuit Portimao hari Minggu (24/04/2022) lalu masih menjadi pembicaraan hangat.

Kronologi berawal dari kejadian pada awal lap kesembilan balapan Moto2 Portugal. Kecelakaan massal berlangsung di Tikungan 2.

Hampir semua pembalap yang mengisi grup terdepan terjatuh setelah diguyur hujan di trek yang mendadak basah. Sebelas pembalap jatuh dengan kecepatan tinggi, dan bendera merah tanda balapan dihentikan sementara berkibar.

Sebelas pembalap yang terlibat pada kecelakaan ini adalah Aaron Canet, Beaubier, Ai Ogura, Augusto Fernandez, Tony Arbolino, Somkiat Chantra, Sam Lowes, Gilbert Arenas, Pedro Acosta, Zonta van den Goorbergh dan Simone Corsi.

Beruntung tidak ada pembalap yang mengalami cedera berarti akibat kecelakaan ini. Bendera merah akhirnya diakhiri dan balapan dimulai lagi dengan jumlah lap dipersingkat menjadi tujuh lap.

Kontroversi pun muncul karena banyak pembalap yang mengalami kecelakaan dan sudah bersiap kembali menjalani balapan justru mendapat larangan. Apa penyebabnya? Yuk scroll ke bawah untuk mengetahui penyebabnya.

Sesuai Regulasi

<p>Ilustrasi balapan Moto2 Portugal. (AFP)</p>

Ilustrasi balapan Moto2 Portugal. (AFP)

Ya regulasi memang menuliskan dalam kasus pembalap kecelakaan dan kemudian balapan harus restart, sebenarnya ada kemungkinan mereka bisa kembali ke trek.

Namun ada waktu yang dipatok buat pembalap kembali ke garasi tim masing-masing dalam periode red flag agar bisa mentas lagi saat restart.

Nah regulasi di atas inilah yang tampaknya tidak dipahami betul oleh beberapa pembalap. Di antaranya dua pembalap Honda Team Asia: Ai Ogura dan Somkiat Chantra saat restart Moto2 Portugal.

"Setelah bendera merah, mekanik melakukan pekerjaan luar biasa karena motor nyaris benar-benar rusak," kata Ai Ogura. "Tapi sayang, kami tidak bisa ikut restart karena datang ke garasi terlalu terlambat usai bendera merah," lanjut pembalap asal Jepang itu.

Somkiat Chantra pun berkomentar hal sama. "Saya tiba garasi tim dengan motor yang rusak," ungkap pembalap Thailand itu.

"Meskipun mekanik melakukan pekerjaan dengan baik, race director tidak mengizinkan saya untuk ikut restart. Karena saya tiba lebih dari 5 menit setelah bendera merah," tambahnya.

Tentunya pada lain kesempatan, para pembalap harus memahami regulasi ini. Terlebih jika situasi sama kembali terulang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel