Kontroversi Label Fesyen Kang Min Kyung yang Jual Ikat Rambut Seharga Rp700 Ribu

Liputan6.com, Jakarta - Label fesyen garapan penyanyi Korea Selatan, Kang Min Kyung secara resmi rilis. Namun, kemunculan clothing line bernama Avie Muah ini mengundang kontroversi karena menjual  barang dianggap terlalu mahal.

Terlepas dari ragam pilihan busana yang dibanderol lebih dari 200 dolar Amerika atau setara Rp2,9 juta, ikat rambut keluaran pihaknya jadi satu yang paling menarik perhatian. Pasalnya, aksesori berdesain simpel itu dibanderol 49 dolar Amerika atau sekitar Rp700 ribu.

"Kami bekerja sama dengan desainer independen dan perancang dari berbagai negara yang bakal mengisi koleksi secara bergantian untuk menyediakan produk berkualitas nan awet," begitu keterangan yang terulis di laman resmi Avie Muah saat resmi rilis.

Min Kyung sendiri sempat menuangkan semangat merambah bisnis fesyen di akun Instagram miliknya. "Pintu Avie Muah sudah terbuka. Terima kasih sekali," tulis member pop duo Davichi tersebut.

Tak lama setelah rilis, laman Instagram, baik Min Kyung maupun label fesyen tersebut, langsung dibanjiri komentar warganet. Kebanyakan mereka menulis, "Ini sangat mahal untuk sebuah ikat rambut."

Ikat rambut yang kemudian jadi kontroversi itu sendiri dijual dalam dua pilihan warna, yakni hitam dan cream. Dengan tekstur bergelombang, bentuknya yang besar pun dideskripsikan memberi tambahan volume pada rambut.

Tanggapan Pihak Label Fesyen

Ikat rambut dari label fesyen garapan Kang Min Kyung. (dok. Instagram @iammingki/https://www.instagram.com/p/CB9nY82gWZQ/)

Menanggapi kritikan penghuni jagat maya, label fesyen tersebut kemudian memberi penjelasan. Dalam keterangan dilansir laman Koreaboo, Selasa (30/6/2020), pihaknya memaparkan mengapa ikat rambut tersebut sampai dibanderol di angka ratusan ribu rupiah.

"Scrunchie (jenis ikat rambutnya) terbuat dari 100 persen sutra. Kami menggunakan berbagai bahan berkualitas sebagai material," tulisnya. Saat memakai material berkualitas wahid, sambung pihak Avie Muah, proses pembuatannya jadi sensitif.

"Mengingat tak cukup informasi yang tertera pada deskripsi produk, kami memahami banyak konsumen curiga pada penetapan harga produk. Kami bakal bertanggung jawab dan kembali dengan informasi lebih detail," sambungnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: