Kontroversi Pemindahan Patung Jenderal China Terbesar di Dunia Gara-Gara Dianggap Sia-Sia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah patung raksasa di dunia yang berada di China membuat kehebohan. Tak hanya karena ukurannya yang super, tetapi juga karena kehadirannya yang tak diinginkan warga Beijing karena dianggap sia-sia dan pemborosan.

Proses pembuatan patung raksasa Guan Yu menghabiskan biaya 170 juta yuan atau hampir Rp375 miliar. Patung itu dibangun sebagai monumen untuk memperingati Guan Yu, seorang pemimpin militer selama era Tiga Kerajaan (220--280 M) yang kemudian didewakan.

Patung itu milik perusahaan pemerintah, Grup Investasi dan Pengembangan Pariwisata Jingzhou. Dilansir dari Asia One, Senin, 6 September 2021, para pekerja di Jingzhou memindahkan patung setinggi 58 meter ke lokasi baru yang berjarak delapan kilometer.

Biaya yang dikeluarkan untuk memindahkan patung itu nyatanya juga fantastis. Perusahaan sekarang menghabiskan 155 juta yuan atau hampir mencapai Rp342 miliar, untuk memindahkan patung tersebut ke kawasan wisata pinggir kota di dekatnya. Jumlah tersebut artinya hampir mendekati biaya pembuatan patung itu sendiri.

Patung yang dijuluki sebagai patung perunggu jenderal terbesar di dunia telah selesai dibangun pada 2016 dengan tujuan agar masuk dalam Guinness World Records. Namun, pembangunan patung ini dikritik oleh penduduk setempat dan pemerintah pusat.

Pemerintah Beijing pun sudah meminta patung dipindahkan sejak September tahun lalu. Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan mengatakan, pembangunan patung raksasa ini merusak karakter dan budaya Jingzhou sebagai kota yang bersejarah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Lokasi Pemindahan

Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)
Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)

Guan telah lama menjadi salah satu daya tarik pariwisata Jingzhou karena merupakan salah satu lokasi pertempuran yang paling terkenal. Patung yang dibangun di atas museum seluas 8.000 meter persegi menuai banyak kritik sebagai pembangunan proyek yang sia-sia dan buang-buang uang.

Menurut informasi yang dirilis oleh Pemerintah Jingzhou, perusahaan pendukung pembangunan patung ini setuju patung tersebut dipindahkan ke Dianjiangtai. Konon, Dianjiangtai merupakan tempat pelatihan bagi pasukan Guan Yu.

Saat ini, patung raksasa dibangun di wilayah dengan peraturan yang melarang pembangunan bangunan lebih tinggi dari 24 meter. Awalnya, pemerintah daerah setempat mengira bahwa pembangunan patung ini akan menyatu dengan gedung dan tidak terbatas oleh ketinggian.

"Kami pikir harus ada batasan untuk ketinggian bangunan, tetapi tidak ada aturan khusus yang mengatur patung," ujar Qin Jun, Wakil Kepala Sumber Daya Alam dan Perencanaan Kota Jingzhou.

Kejar Rekor

Menurut Zhang Hong, Wakil Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Kota Jingzhou, tujuan pembuatan patung berukuran besar adalah untuk menarik pengunjung.

"Kami memiliki keinginan dan kecenderungan untuk membuat Guinness World Records pada saat itu. Jadi, semakin besar bentuknya ketika proses mendesain," tutup Hong.

Patung Guan Yu didesain oleh Han Meilin. Tingginya mencapai 58 meter dengan berat 1.197 ton. Materialnya menghabiskan sekitar 4.000 lembaran perunggu. (Gabriella Ajeng Larasati)

Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel