Konveksi adalah Bentuk Perpindahan Kalor, Berikut penjelasan Lengkapnya

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Konveksi adalah salah satu materi pelajaran fisika. Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, mengapa saat sendok besi diletakkan ke sumber panas, maka sendok jadi ikut panas? Atau, ketika kamu sedang berdiri di dekat api maka tubuhmu akan terasa hangat? Sebenarnya, hal tersebut tidak lain karena benda panas dapat menyalurkan kalor pada benda dingin.

Panas atau kalor sendiri merupakan energi yang berpindah dari suhu tinggi ke suhu yang rendah. Kalor tersebut memiliki satuan internasional (SI) atau disebut dengan joule. Tapi, penting untuk kamu ketahui, jika benda-benda tidak semua benda bisa menghantarkan panas tersebut. Jenis benda yang bisa menghantarkan panas disebut dengan konduktor. Ada berbagai macam jenis benda konduktor seperti tembaga, besi, air, timah, serta alumunium.

Sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan panas disebut isolator. Apa jenis benda isolator? Beberapa contoh benda isolator seperti plastik, kain, kayu, karet, kertas, ban, dan lain sebagainya.

Ada beberapa jenis kalor atau perpindahan panas tersebut, salah satunya yaitu konveksi. Di dalam ilmu fisika, konveksi adalah perpindahan kalor dari satu tempat ke tempat lain bersama dengan gerak partikel-partikel bendanya. Namun, konveksi adalah satu dari tiga jenis perpindahan panas yang perlu untuk kamu ketahui. Beberapa jenis perpindahan kalor atau panas selain konveksi adalah konduksi dan radiasi.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas pengertian konveksi beserta penjelasannya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Konduksi

Ilustrasi Konduksi Credit: pexels.com/Seth
Ilustrasi Konduksi Credit: pexels.com/Seth

Ketika kamu menyetrika, setrika dengan suhu panas bersentuhan dengan kain yang kamu setrika. Panas atau kalor tersebut akan berpindah dari setrika ke kain. Perpindahan kalor dengan cara tersebut adalah konduksi.

Beda jenis benda, tentunya beda juga kemampuan menghantarkan panas secara konduksi. Bahan yang mampu menghantarkan panas dengan baik disebut konduktor. Bahan yang menghantarkan panas dengan buruk disebut isolator. Logam termasuk konduktor, sedangkan kayu dan plastik adalah jenis isolator.

Konveksi

Ilustrasi Konveksi Credit: pexels.com/Element5
Ilustrasi Konveksi Credit: pexels.com/Element5

Melansir dari sumber.belajar.kemdikbud.go.id konveksi adalah perpindahan kalor dari satu tempat ke tempat lain bersama dengan gerak partikel-partikel bendanya.

Contoh dari proses konveksi adalah air dalam panci yang ikut panas pada bagian atasnya. Padahal air tersebut dipanaskan dengan api dari bagian bawah. Perlu kamu ketahui, air sendiri merupakan salah satu jenis konduktor yang kurang baik.

Ketika air dari bagian bawah mendapatkan kalor dari pemanas, partikel air akan memuai dan jadi lebih ringan kemudian bergerak naik lalu digantikan dengan partikel air dingin dari bagian atas. Dengan cara ini, panas dari air bagian bawah akan berpindah bersama aliran air menuju ke bagian atas. Proses tersebut yang akhirnya disebut sengan konveksi. Pola aliran air tersebut akan membentuk arus konveksi.

Contoh lain dari arus konveksi adalah angin laut dan angin darat yang bisa kamu temui di pantai. Pada siang hari, suhu daratan akan lebih cepat panas dibandingkan lautan (kalor jenisnya kecil). Kemudian, udara di atas daratan juga ikut panas dan bergerak naik, tergantikan oleh udara dari lautan. Maka, dengan demikian terjadilah angin laut.

Lalu, pada malam hari, daratan jadi lebih cepat mendingin dibandingkan dengan lautan. Kemudian udara di atas lautan lebih hangat dan bergerak naik, tergantikan oleh udara dari daratan. Dengan begitu terjadilah angin darat.

Contoh benda yang sesuai dengan teori konveksi adalah oven, pemanggang roti dan magic jar. Sebab, elemen pemanas benda tersebut umumnya terletak di bagian bawah. Ketika difungsikan, udara bagian bawah akan jadi lebih panas dan bergerak naik, sedangkan udara bagian atas yang lebih dingin justru bergerak turun. Bahkan, pada peralatan tertentu seperti pengering rambut, aliran konveksi tersebut akan disalurkan dengan bantuan kipas.

Radiasi

Ilustrasi Radiasi Credit: pexels.com/Maggie
Ilustrasi Radiasi Credit: pexels.com/Maggie

Selain konveksi, salah satu jenis perpindahan kalor yaitu radiasi. Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan medium. Radiasi terjadi, saat tidak ada materi yang bisa memindahkan kalor layaknya proses konveksi. Contoh, radiasi seperti panas Matahari yang bisa mencapai Bumi. Kalor tersebut akan berpindah dari Matahari hingga ke Bumi melalui ruang hampa.

Radiasi juga bisa kamu rasakan ketika telapak tanganmu ada di bola lampu yang menyala atau saat berdiri di dekat api unggun. Contoh lain radiasi yaitu hangatnya api lilin yang terasa pada telapak tangan ketika didekatkan dengan jarak tertentu.

Sebenarnya, tiap benda dapat memancarkan dan menyerap radiasi kalor, namun besarnya tergantung suhu benda dan warna benda. Jika semakin panas benda dibandingkan dengan panas lingkungan sekitar, maka akan makin besar juga kalor yang diradiasikan ke lingkungan sekitarnya. Begitu juga, semakin luas permukaan benda panas, makin besar juga kalor yang diradiasikan ke sekitarnya.

Apabila suhu benda lebih dingin dari suhu lingkungan, maka benda itu akan menyerap radiasi kalor dari lingkungan. Sedangkan makin rendah suhu benda, makin besar pula radiasi kalor yang diterima dari lingkungannya. Makin luas permukaan benda dingin, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya.

Melansir sumber.belajar.kemdikbud.go.id sebagai contoh mudah, yaitu ketika kamu menjemur dua kaos basah dengan warna berbeda, biasanya kaos berwarna gelap lebih cepat kering. Sebab semakin gelap benda dengan suhu dingin, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya.