Koordinator RS Wisma Atlet Dapat Hadiah dari Dubes Arab

Siti Ruqoyah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Koordinator Rumah Sakit Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono mendapat apresiasi berupa penghargaan dari Duta Besar Arab Saudi.

Kepemimpinannya dinilai sukses dalam merawat pasien Covid-19 termasuk pasien Warga Negara Asing (WNA) di RSDC Wisma Atlet Kemayoran yang merupakan salah satu rumah sakit penanganan Covid-19 terbesar di dunia.

Apresiasi dianugerahkan secara langsung oleh Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi, di kantor Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Mayjen TNI Tugas Ratmono memenuhi undangan Dubes Arab Saudi.

“Kami diundang oleh Duta Besar Arab Saudi, beliau mengucapkan rasa terima kasih dan memberikan penghargaan pada tim Rumah Sakit Darurat-19 Wisma Atlet Kemayoran atas pelayanan yang beliau anggap sangat baik. Mudah-mudahan ini tidak hanya dirasakan beliau tetapi layanan ini dirasakan oleh semua pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini,” kata Tugas, Rabu 10 Februari 2021.

Dari data sekitar 40 ribu pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, 82 persen adalah penduduk DKI Jakarta dan 18 persen masyarakat dari luar DKI Jakarta termasuk WNA dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Taiwan, China, Korea, dan Ukraina.

Pada awal masa pandemi awal tahun 2020, sekitar seribu WN Arab Saudi datang ke RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Setelah menjalani swab, sekitar 50 orang dinyatakan reaktif. Mereka kemudian menjalani isolasi mandiri dan perawatan.

“Dubes Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap pelayanan RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Tentunya ini menambah stimulasi bagi kita semua untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” ucap Mayjen Tugas yang juga Kepala Pusat Kesehatan TNI.

Dalam perbincangan yang berlangsung sekitar 1 jam, Mayjen Tugas menceritakan Dubes Arab Saudi mendiskusikan peningkatan kolaborasi internasional untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Penanganan Covid-19 harus dilakukan bersama secara terpadu oleh masyarakat internasional.

“Penanganan Covid-19 ini tidak hanya dilakukan satu negara tetapi dilakukan semua masyarakat dunia, bahwa ini adalah pandemi yang menyebar ke seluruh dunia. RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini bagian dari suatu komponen yang ikut dalam penanganan pandemi.”

RSDC Wisma Atlet Kemayoran, tutur Mayjen Tugas didirikan Pemerintah Republik Indonesia sebagai bentuk keseriusan dalam menangani pandemi Covid-19. RSDC Wisma Atlet Kemayoran dengan total kapasitas lebih dari 10 ribu bed menjadi salah satu rumah sakit penanganan Covid-19 terbesar di dunia.

“Pemerintah Indonesia betul-betul menyiapkan RSDC-19 Wisma Atlet khususnya untuk masyarakat Indonesia sebagai bagian yang sangat penting dari suatu siklus keterpaduan dalam penanganan Covid-19,” tandas Mayjen Tugas.

Meskipun diarahkan untuk secara khusus menangani warga negara Indonesia, bukan berarti RSDC Wisma Atlet tidak menangani WN Asing. Siapapun yang membutuhkan perawatan, akan mendapat pelayanan yang sama.

Lebih lanjut Mayjen Tugas menyatakan apresiasi dan ucapan terima kasih atas layanan RSDC Wisma Atlet Kemayoran juga disampaikan sejumlah warga negara Korea dan Taiwan dalam bentuk video.

Mereka dengan bahasa Indonesia yang patah-patah mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Mayjen Tugas Ratmono dan semua pegawai RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai masker, Menjaga jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci tangan pakai sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak

Baca juga: Sri Sultan Pertanyakan Keaslian Ijazah UGM Jokowi, Cek Faktanya