Kopassus, antara prestasi dan penyerangan Lapas Cebongan

MERDEKA.COM. "Berani, Benar, Berhasil." Demikian moto yang dimiliki pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Kopassus merupakan pasukan elite yang dimiliki TNI AD. Tak tanggung-tanggung, Kopassus merupakan salah satu pasukan elite terbaik di dunia.

Berdasarkan urutan pasukan elite dunia versi Discovery Channel Military edisi 2008, Kopassus berada di posisi tiga pasukan elite dunia. Sementara di posisi pertama diduduki United Kingdom's SAS, dan di posisi dua Israel's MOSSAD.

Hal itu jelas membanggakan TNI dan Indonesia. Sebab, Kopassus nyatanya mengalahkan pasukan-pasukan elite dari negara lain, salah satunya Amerika Serikat yang terlalu bergantung pada peralatan yang berbasis teknologi super canggih, akurat dan serba digital.

Narator Discovery Channel Military menyatakan, sebuah pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Kemampuan itu adalah kemampuan bela diri, bertahan hidup (survival), kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap dan lain-lain.

Kemampuan yang tidak terlalu mengandalkan dan bergantung pada teknologi canggih dan memiliki skill di atas rata-rata pasukan elite luar negeri lainnya menjadi nilai plus bagi Kopassus.

Kopassus juga memiliki sederet prestasi lain yang membanggakan. Salah satunya Kopassus memenangkan kejuaraan sniper menggunakan senjata buatan Indonesia.

Kopassus juga berada di peringkat dua dalam melakukan operasi militer strategis, seperti intelijen, penyebaran dan gerakan, infiltrasi, dan menyerang. Sementara di peringkat pertama adalah DELTA Force dari Amerika Serikat.

Negara-negara di Afrika Utara ternyata menggunakan 80 persen pelatih militer dari Kopassus. Para perwira Kopassus ditugaskan untuk melatih pasukan militer yang dimiliki negara-negara di benua hitam itu.

Hal membanggakan lainnya adalah, pasukan khusus Kamboja ternyata telah lama dilatih oleh Kopassus.

Namun, sederet prestasi yang dimiliki Kopassus itu belakangan tercoreng dengan insiden penyerbuan dan penembakan di Lapas Cebongan, Sleman, DIY. Berdasarkan hasil investigasi dari Mabes TNI diketahui 11 personel dari Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kartasura, Jawa Tengah, adalah pelaku peristiwa berdarah itu.

Satu pelaku berinisial U menjadi eksekutor, delapan lainnya menjadi pendukung aksi dengan masuk ke dalam Lapas Cebongan. Sementara dua lainnya, menunggu di jalan depan lapas.

Para pelaku membawa enam pucuk senjata saat penyerangan. Tiga Pucuk AK 47 yang dibawa usai latihan dari Gunung Lawu, 2 pucuk AK 47 replika yang disebut sebagai airsoft gun, dan satu pistol replika jenis Sig Sauer.

Menurut Ketua Tim Investigasi Brigjen Unggul K Yudhoyono, motif penyerangan karena mereka dendam atas pembunuhan Serka Heru Santoso dan pembacokan yang dialami Sertu Sriyono. Unggul juga menyebutkan, eksekutor merupakan bawahan dari Serka Santoso dan mengaku pernah diselamatkan saat menjalankan sebuah operasi.

Kopassus memang menjadi pasukan kebanggaan Indonesia. Namun, aksi bar-bar yang dilakukan 11 personelnya membuat citra Kopassus menjadi buruk dan mencoreng nama TNI.

Baca juga:
'Kopassus serang Cebongan usai latihan, komandan pasti tahu'
4 Bantahan mentah Jenderal TNI soal keterlibatan Kopassus
Kasus Cebongan, saat Pangdam Diponegoro termakan ucapannya

Topik Pilihan:
pemerkosaan | Penembakan Lapas | Prostitusi | Menara Saidah | Facebook

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.