Kopda Muslimin Diultimatum Segera Menyerahkan Diri, Hukuman Menanti

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI Jenderal Dudung Abdurrachman meminta Pangdam IV Diponegoro dan Polda Jateng untuk segera memburu Kopda Muslimin, otak pelaku penembakan terhadap istrinya, Rina Wulandari. Dia meminta penyelidikan kasus penembakan tersebut ditangani secara transparan.

"Ini kan oknum, suaminya masih dalam proses pencarian, saya sudah perintahkan Pangdam Diponegoro dan koordinasi dengan Kapolda Jateng," kata Dudung di Polda Jateng, Senin (25/7).

Terkait keberadaannya, kemungkinan saat ini Kopda Muslimin sudah tidak berada di wilayah Jawa Tengah lagi. Untuk itu pihaknya menginstruksikan pencarian Kopda Muslimin dipercepat.

"Kemungkinan sudah ada di tempat lain. Tim dari Puspomad, Pasintel mungkin bisa lakukan pencarian secara cepat," ungkapnya.

Dia meminta Kopda Muslimin dihukum jika memang terbukti bersalah. Maka dari itu penanganan kasus ini akan berjalan secara transparan.

"Kita transparan. Bagi anggota yang misalnya betul bersalah akan dihukum dengan seberat-beratnya," ujarnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan tim gabungan TNI-Polri saat ini masih memburu Kopda Muslimin yang menghilang sejak istrinya ditembak oleh orang tak dikenal. Bila Kopda Muslimin tidak segera menyerahkan diri, petugas mengaku tak segan melakukan tindakan tegas.

"Kita masih kembangkan kepada pesuruhnya, suami korban. Tim masih berusaha mengungkap. Saya imbau kepada suami korban yang masih dalam pencarian untuk segera menyerahkan diri, sebelum tim melakukan tindakan tegas," kata Ahmad Luthfi. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel