Kopda Muslimin Kabur dari Jawa, Kasad Dudung: Kejar, Tangkap dalam Waktu Singkat

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman memerintahkan Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang Letkol Honi Havana kejar Kopda Muslimin. Kopda Muslimin merupakan dalang penembakan istrinya sendiri oleh lima orang suruhannya.

Dudung mengungkap Kopda Muslimin sudah tidak lagi berada di Pulau Jawa.

"Ini saya ajak Danpuspom AD kalau ada kemungkinan yang bersangkutan tidak ada di Jawa lagi," katanya, Senin (25/7).

"Sudah saya perintahkan kejar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar segera tertangkap," sambungnya.

Di sisi lain, Kasad Dudung memberikan apresiasi kepada Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dan Dandim 0733 Kota Semarang Letkol Honi Havana atas pengungkapan kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang.

Dalam penyerahan penghargaan di Mapolda Jawa Tengah di Semarang, Kasad mengapresiasi pengungkapan kasus yang begitu cepat itu.

Secara keseluruhan, terdapat 50 anggota Polrestabes Semarang dan 24 anggota Kodam IV/ Diponegoro yang merupakan anggota tim gabungan pengungkapan perkara itu.

"Penghargaan untuk kepolisian secara khusus yang bereaksi cepat dengan Tim TNI AD," katanya.

Pengungkapan tindak pidana percobaan pembunuhan tersebut, lanjut dia, merupakan bentuk soliditas TNI/ Polri.

Sebelumnya, Kopda Muslimin menjadi dalang penembakan istrinya sendiri di depan rumahnya.

Saat eksekusi, istri Kopda Muslimin tengah bersama anaknya di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/7).

Lima pelaku diamankan polisi. Yakni, Sugiyono alias Babi, Supriyono, Agus Santoso, Ponco, dan Dwi Sulistyono. Sugiyono alias Babi, menurut Luthfi merupakan eksekutor penembakan di lokasi kejadian. Sedangkan Dwi berperan sebagai penyedia senjata api.

"Jadi usai melakukan penembakan para pelaku langsung ketemu Kopda Muslimin. Di sana mereka dapat upah Rp120 juta dan per orang mendapat bagian Rp24 juta. Ada yang langsung dibelikan motor dan emas. Semuanya barang bukti sudah kita sita," kata Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Senin (25/7). [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel