Koperasi dan UMKM Kini Masuk Rantai Pasok BUMN, Nilainya Rp 52 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Koperasi dan UKM melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Perindustrian, dan Kementerian BUMN, untuk mendorong agar Koperasi, UMKM/IKM masuk dalam Rantai Pasok BUMN.

“Kami laporkan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM kementerian perindustrian dan Kementerian BUMN bersinergi untuk mendorong KUMKM dan IKM untuk masuk dalam rantai pasok BUMN. Sehingga KUMKM/IKM bisa bermitra dengan BUMN,” kata Deputi UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman dalam penandatanganan, Jumat (3/9/2021).

Hanung menjelaskan, dalam rangka implementasi kegiatan ini sebagai piloting koperasi dan UMKM dan UKM akan bermitra dengan 6 BUMN antara lain PT Pertamina, PT PLN, PT kimia Farma, PT Krakatau steel, Perum Perhutani dan PT RNI persero.

Sehubungan dengan hal tersebut hal-hal yang telah KemenkopUKM lakukan antara lain, pertama Kementerian Koperasi dan UMKM pada bulan Juli tahun 2021 telah memfasilitasi rapat secara online antara Kementerian dan koperasi dan UMKM/IKM, dengan 6 BUMN yang sudah disebutkan diatas dengan agenda rapat peluang kemitraan KUKM dalam rantai pasok BUMN.

“Dari hasil rapat tersebut BUMN akan membantu untuk seleksi dan mengkurasi koperasi dan UMKM atau IKM yang telah terdaftar dan ikut hadir dalam rapat tersebut agar bisa masuk dalam rantai pasok BUMN,” ujarnya.

Berdasarkan hasil tindak lanjut tersebut dan verifikasi yang dilakukan BUMN terhadap data koperasi dan UMKM atau IKM, pada tahap awal terdapat 9 UMKM atau IKM yang dapat bermitra dengan 6 BUMN, dengan estimasi nilai kerjasama senilai Rp 52 miliar.

“Adapun koperasi dan UMKM lainnya yang mendaftar atau masih dalam tahap seleksi dan verifikasi oleh BUMN,” imbuhnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Program Strategis

Demi memajukan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Pemerintah Provonsi Jawa Tengah menggelar program belanja parsel. Terkini, 2 ribu paket telah laku terjual dari Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), BUMD maupun BUMN.
Demi memajukan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Pemerintah Provonsi Jawa Tengah menggelar program belanja parsel. Terkini, 2 ribu paket telah laku terjual dari Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), BUMD maupun BUMN.

Lebih lanjut, agar program pelaksanaan kemitraan KUMKM dan IKM bersama BUMN bisa berjalan lancar maka perlu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Koperasi dan UMKM dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN tentang kemitraan koperasi UMKM di IKM dalam rantai pasok BUMN.

Selain mendorong koperasi dan UMKM masuk dalam rantai pasok global juga terdaftar program strategis lainnya yang dikembangkan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM, yaitu memperluas akses pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Misalnya saja melalui digitalisasi UMKM hingga memperkuat local brand agar bisa go global. Langkah nyata untuk menerapkan program ini salah satunya dengan mengembangkan UMKM masa depan berbasis teknologi seperti yang dilakukan oleh LPP KUMKM smesco dengan PT Telkomsel PT BRI Persero dan BNI Tbk,” pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel