Koperasi Khusus Disabilitas Jadi Langkah Wujudkan Ekonomi Inklusif

Merdeka.com - Merdeka.com - Dalam rangka Hari Koperasi Nasional 2022, Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia mendorong perwujudan ekonomi inklusif pelaku UMKM melalui koperasi. Salah satunya dengan adanya koperasi khusus penyandang disabilitas dapat mendorong terciptanya ekonomi inklusif bagi pelaku UMKM yang dikelola penyandang disabilitas.

"Ini sejalan dengan PP Nomor 70 tahun 2019 dan juga arahan Bapak Presiden Joko Widodo saat perayaan Hari Disabilitas Internasional tahun lalu, yaitu penyandang disabilitas perlu ditingkatkan kapasitas individunya dan penguatan UMKM," kata Angkie saat menghadiri acara Perayaan Hari Koperasi Nasional 2022 melalui online di Jakarta, Rabu (13/7).

Menurut Angkie, kehadiran koperasi bisa menjadi wadah bagi penyandang disabilitas dalam rangka mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dikalangan orang berkebutuhan khusus untuk meciptakan peluang yang setara dan berdaya. "Untuk menjawab permasalahan seputar penyandang disabilitas di sector ekonomi, kehadiran koperasi menjadi salah satu langkah pemberdayaan penyandang disabilitas yang patut diapresiasi," imbuhnya.

Asisten Deputi Pengembangan dan Pembaruan Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Bagus Rachman menyambut baik pentingnya peran koperasi dalam menggerakan perekonomian masyarakat. Menurutnya, ekonomi Indonesia berbasis koperasi sudah tertuang di dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1 yang menyebutkan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

"Saya sepakat kehadiran koperasi bisa menjadi solusi ketahan ekonomi masyarakat dalam menghadapi krisis. Bahwa kita semua sepakat sejak kemerdekaan Republik Indonesia dengan hadirnya UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan menjadi semangat kita untuk mewujudkan koperasi sebagai roda penggerak ekonomi masyarakat," kata Bagus.

Menurutnya, koperasi sebagai kumpulan orang-orang yang memenuhi kebutuhan ekonominya harus menempatkan mereka sebagai objek yang paling utama untuk menjalankan sebuah koperasi.

"Bicara koperasi itu bagaimana kita menempatkan manusia sebagai yang paling utama, memang kita pahami koperasi sebagai kumpulan orang-orang yang memenuhi kebutuhan aspirasi sosial, ekonomi dan budaya, yang melalui sebuah perusahaan dikelola dan dimilki bersama, nah inilah yang dijadikan semangat koperasi," jelasnya.

Sementara itu, salah satu penyadang disabilitas tuna netra bernama Teguh mengungkapkan, kehadiran koperasi khusus penyandang disabilitas ini menjadi wadah yang bagus bagi mereka untuk membantu memasarkan produknya. "Iya, alhamdulillah dengan adanya koperasi dapat mempermudah usaha dari teman-teman penyandang disabilitas bisa dipasarkan," kata Teguh. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel