Kopi Darat Janda Tambun Berujung Ancaman Bui 4 Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Muksin (42), warga Tanah Tinggi, Kota Tangerang, tidak dapat mengelak lagi setelah aksi kejahatan yang dia lakukan terungkap Polisi. Dia sebelumnya dilaporkan seorang Janda, asal Tambun, yang ditipunya usai berkenalan di sosial media Facebook.

"Tersangka MU, terbukti melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP, dengan ancaman pidana 4 tahun penjara. Dia berhasil kami amankan dini hari tadi," kata Kapolsek Neglasari Kompol Putra Permana, Rabu (22/6).

Putra menerangkan, pria yang melakukan aksi penipuan dan pencurian terhadap seorang janda itu, bermula dari perkenalan pelaku dan korban di media sosial facebook.

"Korban berinisial MA, mengenali pelaku setelah korban berupaya mencari teman prianya. Kemudian berkenalan dengan seorang laki-laki yang mengaku bernama Agus Hermansyah (Indra Wahyu) yang merupakan tersangka," kata Kapolsek.

Kemudian setelah korban dan pelaku berkenalan dan berkomunikasi intens selama dua minggu via Facebook, keduanya melakukan kopi darat di pusat belanja kawasan Garden City Boulevard Cakung, Jakarta Timur pada Hari Sabtu tanggal (11/6) kemarin.

"Kopi darat ini sebagai bukti keseriusan untuk menjalani hubungan, pelaku kemudian mengajak korban untuk bertemu orang tua pelaku di Kecamatan Neglasari, Tangerang, dengan menggunakan sepeda motor milik korban," jelas Kapolsek.

Rupanya, ajakan untuk menemui orang tua pelaku itu hanyalah bualan, sebab saat sudah berada di lokasi yang dituju dengan sepeda motor korban dari Cakung menuju Tangerang, pelaku akhirnya membawa kabur sepeda motor korban.

"Modusnya pelaku berhenti dan menyuruh korban untuk meninggalkan sepeda motor di pinggir jalan berikut dengan tas milik korban. Kemudian pelaku mengajak korban berjalan kaki menuju sebuah rumah yang diakuinya sebagai rumah orang tuanya. Sesampai di rumah yang dituju, pelaku kemudian meminta izin untuk kembali ke posisi sepeda motor dengan alasan untuk mengambil kunci rumah yang ketinggalan di sepeda motor," terangnya.

Namun, bukannya kembali menemui si janda yang telah menunggu di depan rumah yang disebut sebagai rumah pelaku, setelah ditunggu hampir 30 menit pelaku tidak kembali dan setelah korban mendatangi lokasi sepeda motornya, korban baru menyadari bahwa sepeda motor dan tasnya sudah tidak ada.

"Ternyata rumah yang diakui sebagai rumah orang tuanya, merupakan rumah milik orang lain yang tidak kenal dan tidak ada hubungan dengan pelaku,_ terang Putra.

Atas peristiwa tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda beat warna merah putih dengan nomor polisi B 4301TRX, dua buah HP dengan kerugian ditaksir Rp15.000.000.

"Setelah tiga hari kemudian korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Neglasari. Dengan bantuan informasi dari masyarakat, pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2022 sekitar pukul 01.00 Wib, Unit Reskrim Polsek Neglasari berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku di Kotabumi, Pasar Kemis Kabupaten Tangerang," terang Kapolsek. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel