Kopi Robusta Asal Subang Tembus Pasar Mesir, Jumlah Ekspor 19,2 Ton

Merdeka.com - Merdeka.com - Program Desa Devisa Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank di Kabupaten Subang, Jawa Barat mengekspor komoditas unggulan kopi Robusta dengan volume 19,2 ton ke Mesir.

Sebelum itu, Desa Devisa di Subang juga memiliki komoditas unggulan lain, yaitu kopi Arabika yang telah berhasil diekspor sebanyak 18 ton ke Arab Saudi pada 2021 lalu.

Adapun, komoditas kopi dibudidayakan oleh 208 petani di bawah naungan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah yang tersebar di enam desa, yaitu Cisalak, Nagrak, Cupunagara, Darmaga, Sukakerti, dan Pasanggrahan.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, Gerald Grisanto menyampaikan sejak adanya pendampingan dan pelatihan oleh LPEI kepada para petani kopi di Subang, jumlah pendapatan desa meningkat 60 persen dari sebelumnya.

"LPEI sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI terus membuka lebar potensi ekspor komoditas unggulan daerah melalui program Desa Devisa. Melalui program ini, kami berkomitmen mewujudkan ekosistem ekspor yang berkelanjutan hingga menciptakan kepastian hasil panen bagi petani," ujar Gerald dikutip di Jakarta, Sabtu (31/12).

Dia melanjutkan, program Desa Devisa telah disesuaikan dengan kebutuhan para petani kopi di Subang beserta koperasi dalam mengelola lahan produksi dan menjalankan bisnisnya.

"Pendampingan Desa Devisa Kopi Subang difokuskan pada tiga aspek, yaitu akses pasar, kapasitas produksi, dan pencatatan keuangan," ujar Gerald.

Tingkatkan Budidaya

Dia berharap pelatihan yang diberikan dapat memperluas akses pasar ekspor, meningkatkan kemampuan budidaya dan pengolahan tanaman kopi, serta menyempurnakan prosedur penyusunan laporan keuangan.

Ke depan, LPEI akan memberi kesempatan bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkan potensi secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

"Sebagai bentuk dukungan untuk mendorong ekspor nasional, LPEI senantiasa berupaya secara optimal dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan melalui program Desa Devisa pada daerah dengan komoditas potensi ekspor. Kami harap Desa Devisa Kopi di Subang dapat menjalankan ekspor selanjutnya dengan segera," ujar Gerald.

Sumber: Liputan6.com [idr]