Kopral Bagyo Bagi-bagi Kotak Sarapan Zona Merah, Isinya Bikin Kaget

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kopral Kepala (Purn) Partika Subgayo Lelono atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kopral Bagyo menggelar aksi sosial dengan membagikan telur rebus kepada warga yang terdampak penerapan PPKM Level 4 di Solo, Jumat, 23 Juli 2021.

Aksi yang dilakukan Kopral Bagyo cukup menarik, pasalnya di wadah kotak telur itu dipasang tulisan ‘sarapan zona merah telur rebus+garam’. Masing-masing satu boks itu berisi tiga butir telur rebus, garam dan air kemasan yang diberikan kepada masyarakat. Tak ketinggalan, ia juga turut membagikan masker.

Para penerima pembagian telur rebus itu merupakan para penarik becak yang saban harinya mangkal di kawasan Bundaran Gladak Solo. Selain itu, penerima pembagian telur rebus itu juga para pedagang asongan, pengemis, serta warga yang sedang berjalan kaki melintasi kawasan tersebut.

Kopral Bagyo mengatakan kegiatan bagi-bagi telur rebus memang tidak seberapa nilainya, namun diharapkan dengan pembagian telur yang memiliki kandungan protein itu dapat membantu menambah kandungan gizi masyarakat. Apalagi para penerima tersebut sebagian besar terdampak ekonominya lantaran penerapan PPKM di Kota Solo.

“Saya pilih telur dan garam itu memang sepele tapi itu salah satu obat juga karena rekan-rekan saya yang pernah opname terpapar COVID-19 babhwa makanan selama opname itu sering makan telur. Selain telur pastinya obat dan buah-buahan” ujar dia di Bundaran Gladak Solo, Jumat, 23 Juli 2021.

Ia menambahkan aksi tersebut dilakukan lantaran hatinya terketuk adanya keluhan dari sejumlah para penarik becak yang selama pemberlakuan PPKM ini sulit mendapatkan uang. Oleh sebab itu, dengan merogoh uang dari kantong pribadinya itu, ia mencoba membantu memberikan telur secara cuma-cuma untuk membantu sarapan para warga yang tekena dampak PPKM.

“Kita kasihan melihat mereka yang benar-benar terkena PPKM. Seperti penarik becak ini untuk mencari penumpang sekarang ini susah, tidak ada yang bepergian. Semoga setelah membantu bagi-bagi telur, ke depannya bisa ikut membagikan lagi makanan kepada mereka,” kata dia.


Sementara itu salah satu penarik becak, Purwanto mengaku senang bisa mendapatkan tiga butir telur dalam aksi pembagian telur yang dilakukan Kopral Bagyo. Ia memakan telur itu untuk sarapan karena bagus untuk kesehatan. “Apalagi kondisinya seperti sangat membantu, seperti saya penarik becak ini bisa untuk sarapan pagi dan makan siang,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Purwanto pun mengeluhkan betapa beratnya mencari uang di kala penerapan PPKM seperti saat ini. Baginya mencari uang untuk makan dan minum saja susahnya minta ampun.

“Pada saat ini mau sarapan pagi saja susah, lha tidak ada tarikan penumpang naik becak. Sepi banget, ya karena PPKM, tidak ada orang bekerja, orang yang wisata juga tidak ada jadi tidak ada pemasukan,” keluhnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel