Korban banjir bandang Parigi Moutong direlokasi

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah Andi Sembiring mengatakan korban banjir di Kabupaten Parigi Moutong dengan kondisi rumah rusak segera direlokasi.

Warga yang akan direlokasi dengan kriteria rumahnya rusak berat maupun hilang akibat terjangan banjir bandang.

"Prioritas dari pak Gubernur tadi mengarahkan untuk segera merelokasi warga yang terdampak langsung, dalam hal ini rumahnya rusak berat atau hilang untuk dibuatkan hunian sementara mandiri," ujar Andi dalam Disaster Briefing daring diikuti di Jakarta, Senin.

Baca juga: BNPB: Prioritaskan kebutuhan dasar korban banjir di Parimo

Andi memaparkan sebanyak 51 rumah rusak berat dan hilang. Oleh karenanya, pemerintah daerah melakukan rapat koordinasi guna mencari lokasi relokasi.

Selain itu, juga dilaksanakan survei di 10 titik sungai yang berpotensi banjir dan berdampak langsung ke wilayah Desa Torue dan survei lokasi persiapan hunian sementara.

Tim pencarian gabungan, kata Andi, tengah melakukan pencarian korban hilang hingga ke desa tetangga.

Baca juga: BPBD prioritaskan pencarian korban banjir Torue

Baca juga: BPBD sebut Banjir di Parigi Moutong dampak cuaca buruk

"SAR gabungan sudah berupaya maksimal sampai melakukan penyisiran ke desa tetangga. Memang kendala yang dialami di perairan pinggir pantai desa ini diakibatkan banyaknya material banjir berupa kayu maupun material lainnya," kata dia.

Banjir bandang juga merusak dua fasilitas umum, satu fasilitas kesehatan, mushala, SPAM (sistem penyediaan air minum), pipanisasi air bersih, dan satu tempat pelelangan ikan dihantam banjir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel