Korban Banjir Kaitetu Minta Uluran Tangan Pemerintah

Puluhan warga Negeri Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) terpaksa mengungsi karena rumah terendam banjir akibat luapan Sungai Wailoy.

Salah seorang warga, Risal Wainuru, kepada ANTARA, Senin, mengatakan, dirinya mengungsi bersama keluarganya ke rumah sanak keluarga sudah seminggu.

“Dan sekarang tambah parah. Rumah sudah mau hampir tenggelam air," kata Risal.

Ia berharap, pemerintah melalui media, bisa memberi perhatian lebih kepada warga Negeri Kaitetu.

"Sejauh ini belum ada tanggap bencana apa lagi bantuan. Jadi saya harap pemerintah bisa lirik kami warga Kaitetu di sini,” harapnya.

Baca juga: Baznas bantu warga terdampak cuaca ekstrem di Seram Timur-Maluku
Baca juga: BMKG minta waspadai hujan deras disertai banjir di Malut

Selain itu, warga lainnya, Yunus Lumaela mengatakan, sejak Sungai Wailoy di Negeri Kaitetu meluap pada Kamis pekan kemarin, dirinya langsung mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman.

"Sekarang tak bisa masuk rumah. Air masih merendam seluruh ruangan dalam rumah. Ketinggian mencapai dada saya," ungkapnya

Kata Yunus, saat ini banjir semakin parah. Air bahkan sudah masuk hingga ke rumah warga lainnya yang sebelumnya tak terdampak.

"Banjir mulai meluas. Ada sekira 24 rumah yang terdampak banjir. Kami butuh perhatian cepat dari pemerintah," tandasnya.

Baca juga: Legislator Maluku: Tangani serius banjir di Bula-SBT
Baca juga: BNPB: 842 jiwa di Kabupaten Seram mengungsi akibat banjir bandang

Menurutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malteng, harusnya pro aktif, artinya, jangan lagi menunggu informasi dari masyarakat.

Kalaupun berita media sudah terpublikasi perihal banjir di Negeri Kaitetu, lanjutnya, maka segera seharusnya lakukan tanggap darurat secepatnya, sebab masyarakat yang menjadi korban sangat membutuhkan bantuan.

"Selain di media sosial facebook, berita banjir lengkap dengan foto-foto juga kan sudah dipublikasi beberapa media online. Ya mestinya itu dijadikan dasar untuk dilakukan tanggap darurat," pungkasnya.

Diketahui, sudah lima hari puluhan rumah warga di Negeri Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) terendam banjir.

Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur Pulau Ambon terhitung sejak pekan kemarin, akibatnya Sungai Wailoy meluap dan merendam rumah warga.

Baca juga: Pencarian warga terseret arus banjir di Maluku Tengah dihentikan

Baca juga: Banjir dan longsor landa Ambon, PLN siaga bencana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel