Korban Banjir Sigi Mulai Pulang ke Rumah

Dian Lestari Ningsih
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pasca bencana alam di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kini sebagian besar warga sudah pulang kembali untuk membersihkan rumah mereka setelah diporak-porandakan banjir lumpur.

Kepala Desa Beka, Mohammat Fitrah di Sigi, Senin membenarkan sudah sebagian warga yang mengungsi saat banjir bandang menghajar permukiman mereka, sudah kembali lagi ke rumah masing-masing. Kebanyakan mereka yang sudah kembali itu, rumahnya hanya rusak ringan dan sedang.

Sementara yang rusak berat, belum kembali, sebab kondisi tempat tinggal mereka tidak bisa lagi digunakan sebagai tempat untuk berteduh, sebab diterjang banjir yang disertai lumpur pada 26 Maret 2021.

Kades Fitrah mengatakan warga bersama-sama dengan para anggota TNI/Polri, tim dari BPBD, Basarnas,Tagana serta relawan NGO ikut bersama-sama membersihkan permukiman warga yang ditutupi lumpur.

Mereka berjibaku di lokasi bencana untuk melakukan pembersihan lumpur maupun limbah kayu dan batu-batuan yang berserahkan di lokasi. Namun, kata dia, warga yang sudah pulang tersebut masih butuh bantuan bahan makanan dan lainnya, sebab saat banjir,rata-rata isi rumahnya tertimbun dan dibawah banjir.

Pemerintah Desa bersama Pemkab Sigi tetap menyiapkan makanan untuk para korban dan petugas yang ada di lokasi. Pembersihan lumpur di lokasi bencana masih butuh waktu beberapa hari ke depan, sebab material lumpur cukup banyak dan sebarannya luas.

Hingga kini, petugas masih belum mengizinkan kendaraan dari luar, kecuali yang mengangkut logistik untuk korban banjir melintas di jalan menuju lokasi. Kecuali kendaraan milik warga setempat diperbolehkan melintas. Nanti setelah pembersihan sudah selesai, poros jalan dari Palu menuju Bangga di Kecamatan Dolo Selatan itu akan dibuka kembali.

Langkah itu dilakukan untuk kelancaran kegiatan pembersihkan di lokasi bencana. Desa Beka terletak di jalur Palu-Bangga diterjang banjir bandang dan lumpur pada 26/3-2021 sekitar pukul 20.00WITA.

Sebanyak 292 kk warga mengungsi ke tempat aman, sebab rumah mereka disapu banjir bandang dan lumpur. Tapi, tidak ada korban jiwa. Hingga ini kerugian akibat bencana alam itu belum bisa dirinci, sebab masih dalam inventarisasi instansi berwenang. (ant)