Korban banjir Torue dapat bantuan air bersih

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan enam Tanki air bersih bagi korban banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

"Sesuai hasil survei kami di lapangan kebutuhan mendesak saat ini air bersih, selain logistik," kata Ketua DPD Gerindra Sulteng Longki Djanggola ditemui di Torue, Parigi Moutong, Senin.

Enam mobil tanki berisi air bersih dioperasikan di tiga dusun terdampak parah yakni Dusun 2, Dusun 3 dan Dusun 5 guna memenuhi kebutuhan dasar warga, termasuk memberikan enam tandon penampungan air.

Empat hari setelah banjir, pasokan air bersih di posko pengungsian masih minim, karena harus mengambil air dari desa tetangga untuk memenuhi kebutuhan memasak, mencuci, mandi dan serta kebutuhan dapur umum.

Baca juga: BPBD: 1.459 jiwa warga terdampak banjir bandang di Torue

Baca juga: PMI Sulteng beri layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir Parigi

DPD Gerindra Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan logistik korban banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (1/8/2022). ANTARA/Moh Ridwan
DPD Gerindra Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan logistik korban banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (1/8/2022). ANTARA/Moh Ridwan


"Sebagai sesama warga Sulteng, kami memiliki tanggung jawab membantu saudara-saudara kami yang mengalami musibah. Bantuan disalurkan ini semata-mata untuk kemanusiaan," ujar Longki yang juga mantan Gubernur Sulteng.

Selain menyiapkan air bersih, Gerindra juga membuka posko kemanusiaan dan membawa bantuan logistik kebutuhan dasar warga di antaranya kebutuhan untuk lansia, kebutuhan bayi, makanan siap saji dan peralatan rumah tangga mengingat situasi saat ini masih dalam keadaan darurat.

Termasuk relawan juga dikerahkan membantu upaya penanggulangan bencana bersama-sama Pemerintah Daerah (Pemda), supaya permasalahan cepat teratasi.

"Posko kami beroperasi hingga akhir tanggap darurat, begitu pun relawan kemanusiaan," ucap Longki.

BPBD Parigi Moutong mencatat, jumlah sementara warga mengungsi saat ini kurang lebih 336 Kepala Keluarga (KK) dari 472 KK atau 1.459 jiwa terdampak. Dari 1.459 jiwa, 167 diantaranya lansia, 159 jiwa balita dan 26 jiwa ibu hamil.*

Baca juga: Polri-TNI buka dapur umum untuk korban banjir bandang Parigi Moutong

Baca juga: BNPB kucurkan dana Rp250 juta untuk tanggap darurat banjir Torue

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel