Korban COVID-19 Meningkat, Petugas Pemakaman di Jakarta Kewalahan

·Bacaan 1 menit

VIVA - Petugas pemusalaran jenazah COVID-19, Nuryasin, mengaku kewalahan melaksanakan pemakaman jenazah pengidap virus corona yang jumlahnya semakin meningkat akhir-akhir ini.

Nuryasin mengatakan kemampuan petugas pemusalaran yang dinamakan dengan Tim Monas, maksimal memakamkan 12 jenazah.

"Kemampuan kami biasanya sampai besok pagi maksimal hanya 12 jenazah. Itu 12 jenazah juga, kami sudah tidak tidur sama sekali," kata Nuryasin dikutip dari Antara, Sabtu, 26 Juni 2021.

Sedangkan pada Jumat kemarin, kata Nuryasin, sudah 27 jenazah yang pengurusannya dilaksanakan secara protokol kesehatan oleh Tim Monas.

"Sudah 27 sama ini (jenazah I)," kata Nuryasin.

Baca juga: Cegah COVID-19, Jakarta Selatan Tiadakan Ziarah di TPU Mulai Hari Ini

Selain kendala tersebut, ada kendala lain yakni jarak antar wilayah di DKI Jakarta terlalu jauh dari taman pemakaman umum khusus COVID-19 di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

"Mungkin jarak juga, karena dulu kan ada dua tempat ya. Sekarang kan cuma satu pintu, sehingga terjadi antrean," kata Nuryasin.

Sebelumnya, jenazah pengidap COVID-19 berinisial I (40) harus tertahan di rumahnya di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, selama sehari sebelum dievakuasi oleh petugas dan dimakamkan secara protokol COVID-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat.

Ketua RT 07/ RW 011 Pademangan Barat Sudarto mengatakan jenazah tersebut sedianya akan dimakamkan keluarga ketika dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 24 Juni 2021.

Namun itu batal terlaksana karena petugas Puskesmas menyatakan jenazah tersebut positif COVID-19 dan harus dimakamkan secara protokol kesehatan. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel