Korban Filler Payudara, Model Monica Indah Lapor Polisi

Ichsan Suhendra, Foe Peace Simbolon, Andrew Tito
·Bacaan 3 menit

VIVA – Seorang model bernama Monica Indah melapor ke polisi atas dugaan malapraktik. Awalnya Monica tertarik melakukan filler payudara. Ia mendambakan bentuk payudara yang ideal. Monica semakin yakin setelah melihat unggahan temannya yang merupakan seorang selebgram. Monica pun melakukan filler payudara.

Monica mendapat nomor seseorang berinisial YJ dari temannya tersebut. Monica kemudian memanggil YJ ke apartemennya pada 15 November 2020 untuk melakukan filler payudara. YJ datang bersama suaminya yang berinisial SH. Mereka yang melakukan filler payudara terhadap Monica. Masalah muncul kemudian, seperti apa? Baca artikel ini selanjutnya.

"Namanya YJ dan suaminya, SH, dia datang. Mulailah tuh pengerjaan. Mungkin agak banyak juga kemungkinan 450 cc dan 420 cc (suntikan filler di payudara kanan-kiri), aku juga lupa pastinya. Dimasukin cairan disuntikin ke payudara, sebelumnya dianestesi dulu," ujar Monica dikonfirmasi, Selasa 16 Maret 2021.

Monica menjelaskan, YJ saat itu tidak menjelaskan apa efek samping dari filler payudara yang dilakukannya. Namun YJ meyakinkan dirinya, tindakan yang dilakukan tersebut aman. YJ juga memberikan resep obat untuk Monica jika mengalami keluhan usai penyuntikan filler payudara.

Berselang seminggu, Monica mengalami demam dam merasakan nyeri yang teramat di payudaranya. Monica dibawa ke sebuah rumah sakit oleh teman-temannya. Pihak rumah sakit menyarankan Monica dioperasi karena infeksi yang dideritanya sudah parah.

"Ya dibilang dokter infeksi, tapi infeksinya parah banget, yang gerak pun perih banget, enggak bisa apa-apa pokoknya. Aku dirawat di RS selama 2 minggu. Setelah dioperasi, baru ketahuan banyak nanah di payudara," ujarnya.

Setelah dirawat selama dua minggu, Monica diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tapi rupanya penderitaannya belum selesai. Pada Januari 2021, payudara Monica pecah. Monica, yang saat itu sudah berada di kampung halaman di Semarang, Jawa Tengah, kembali dioperasi.

"Setelah itu aku perawatan jalan, setelah itu tidak lama payudara aku terasa kayak mau pecah, empuk banget, bener-bener empuk banget payudaranya itu, cuma kayak ditusuk jarum udah langsung pecah kali. Setelah dia pecah masih keluar banyak nanah pokoknya. Setelah itu bolongnya makin lama makin gede yang bekas infeksi yang memerah itu pecah. Itu kemudian saya dioperasi di RS di Semarang," ujarnya.

Monica Indah sempat meminta pertanggung jawaban YJ, namun tidak terlihat ada iktikad baik. Monica kemudian melaporkan YJ ke Polsek Penjaringan atas dugaan tindak pidana alat kesehatan tanpa izin edar.

"Sebelum aku laporin dia, aku sempat ngecek ke tempat praktiknya di Tangerang. Tapi orangnya enggak ada, yang nemuin aku itu entah saudaranya atau apanya, itu pun kemudian aku ditinggal di situ, mereka kabur," ujarnya.

Pihak kepolisian mengaku telah menerima bukti visum dan bukti transfer dari pelapor. Lantas, mereka saat ini sedang melakukan penyelidikan dan memanggil saksi untuk dimintai keterangan. Ardyansyah menyebut pengusutan kasus ini harus hati-hati.

Pasalnya, pelapor tahu risiko filler payudara alias pengisian silikon pada payudara itu. Polisi belum bisa memastikan klinik tersebut malapraktik atau ilegal. Sebab, mereka harus lebih dulu mengantongi keterangan ahli dari departemen kesehatan untuk mengecek terdaftar tidaknya klinik tersebut.

"Kami memanggil saksi ahli dari Kementerian Kesehatan, kita sudah konfirmasi di sana kami melakukan diskusi atau penyelidikan lebih lanjut. Namun di kemudian hari terjadi beberapa kekeliruan atau mungkin indikasi adanya malapraktik," katanya.