Korban Gempa di Malang Diberi Rp1,5 Juta Per Bulan untuk Sewa Rumah

Syahrul Ansyari, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dana bantuan untuk korban terdampak gempa bumi di Malang sebesar Rp2,5 miliar lebih. Bantuan diserahkan langsung kepada Bupati Malang, M Sanusi, dengan disaksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu, 28 April 2021.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rifai, mengungkapkan dana yang diberikan adalah bantuan untuk menunggu rumah hunian kembali dibangun. Data yang masuk sebanyak 1.716 korban mereka adalah warga yang teridentifikasi sebagai korban dengan kategori rusak berat.

"Sudah dilakukan uji publik kerusakan berat ini antara lain di Kabupaten Malang sebanyak 1.716 unit. Mereka masing-masing dapat dana bantuan sebesar Rp1,5 juta selama tiga bulan. Sembari menunggu rumah hunian selesai dibangun," kata Rifai.

Baca juga: Derita Korban Gempa di Malang: Rumah Rusak dan Berpuasa di Pengungsian

Syarat penerima bantuan ini warga terdampak cukup melampirkan dokumen berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nominal sebesar Rp2,5 miliar diambil dari dana siap pakai milik BNPB. Mereka menyebutnya sebagai dana tunggu hunian, uangnya bisa digunakan untuk sewa rumah hingga kebutuhan sehari-hari korban gempa.

"Dana tunggu hunian ini untuk mereka bisa menyewa rumah. Untuk keperluan sehari-hari lah. Katakanlah numpang sama keluarga mereka juga punya modal. Agar tidak ada di pengungsian nanti ramai, kita masih pandemi COVID-19 itu sangat berbahaya sekali,” ujar Rifai.

Secara teknis, dana bantuan ini akan ditransfer melalui rekening masing-masing korban terdampak gempa bumi. BPBD Kabupaten bersama Pemkab Malang yang bertugas melakukan pendataan kemudian dikirim ke BNPB. Dana tunggu hunian ini harus segera diberikan agar pengungsi tidak terlalu lama di pengungsian.

“Sehingga persyaratannya tadi Bupati melalui BPBD setempat memberikan rekening ke kami, lalu menunjuk panitia pelaksana kegiatannya. Biasanya 6 bulan, tetapi akan kita usahakan sebelum 6 bulan sudah dibangun hunian untuk korban gempa," tutur Rifai.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan agar pemerintah daerah yang warganya menjadi korban terdampak gempa di Kabupaten Malang dan Lumajang. Segera melakukan validasi bagi kategori rusak ringan dan sedang. Sebab, dana bantuan tunggu hunian hanya untuk korban rusak berat.

“Saya minta para bupati untuk bisa melakukan percepatan pencairan bantuan. Karena dana tunggu hunian ini hanya untuk rusak berat. Dimohon untuk rusak ringan dan sedang bisa juga segera mendapatkan,” kata Khofifah.