Korban Gempa Malang: 8 Orang Meninggal, 25 Luka

Lis Yuliawati, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa 6,1 skala richter yang berpusat di Kabupaten Malang, Jawa Timur, bertambah menjadi delapan orang. Lima korban meninggal dunia adalah warga Kabupaten Lumajang, sementara tiga korban meninggal dunia lainnya berasal dari Kabupaten Malang.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, lima korban meninggal asal Lumajang itu ialah Ahmad Fadholi, warga Desa Tempurrejo RT 002 RW 002 Kecamatan Tempursari; Sri Yani (46 tahun), warga Desa Tempurrejo RT 002 RW 002 Kecamatan Tempursari; Juwanto, RT 04 RW 09 Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari; Nasar alias Amin, RT 01 RW 03 Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari; dan Bonami, warga Blok Halimo, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.

Sementara korban luka di Kabupaten Lumajang sebanyak sebelas orang. Rinciannya, satu orang luka berat dan sepuluh orang luka ringan. Korban meninggal dunia maupun yang luka-luka kebanyakan karena tertimpa reruntuhan bangunan.

Masih berdasarkan data BPBD Jatim, di Kabupaten Malang terdapat tiga korban meninggal dunia. Mereka ialah Imam, warga Desa Sidorenggo RT 32 Kecamatan Ampelgading; Munadi (70), warga RW3/RT 12 Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading; dan Misni (53), warga Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading. Sementara dua orang dilaporkan luka ringan.

Korban luka-luka lainnya tersebar di beberapa daerah di luar Lumajang dan Kabupaten Malang. Rinciannya, delapan orang mengalami luka ringan di Kabupaten Blitar, satu orang luka ringan di Kabupaten Tulungagung, satu orang luka ringan di Jember, dan dua orang luka ringan di Kota Blitar. Ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan, di beberapa daerah di Jatim.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, belasungkawa atas meninggalnya beberapa orang dalam peristiwa alam tersebut. Ia menyebut bahwa seluruh pihak, Forkopimda Jatim bersama tiga bupati terus melakukan koordinasi. Gerak cepat dan tanggap atas terjadinya bencana dilakukan secara simultan. Tim BPBD kabupaten/kota dan BPBD Jatim langsung turun ke titik-titik yang membutuhkan reaksi tanggap kebencanaan dan evakuasi. Begitu pula relawan Tagana sudah berada di lokasi.

"Kita sudah mengirimkan tim untuk turun langsung ke titik-titik yang mengalami dampak parah. Agar segera dilakukan pengamanan, dan juga evakuasi. Ada tim dari BPBD kabupaten kota, juga dari provinsi yang kini ada di lokasi-lokasi terdampak untuk tanggap kebencanaan," ujar Khofifah dalam keterangan tertulis.

Tim BPBD Jatim akan menerjunkan tim untuk menyiapkan tempat-tempat pengungsian jika dibutuhkan bagi korban yang mengalami kerusakan bangunan yang berat. Area pengungsian ini dikoordinasikan langsung oleh masing-masing bupati yang daerahnya terdampak.

"Saya, Kapolda, Pangdam, dan tiga bupati, yaitu Bupati Malang, Bupati Lumajang, dan Bupati Blitar, serta kepala daerah sekitarnya akan rapat secara virtual untuk mengkoordinasikan tentang dampak dan tanggap bencana gempa ini. Besok Insya Allah saya ke lokasi. Yang jelas evakuasi dan pendataan hingga kini terus kita lakukan," kata Khofifah.