Korban Gempa Malang Dapat Bantuan Perbaikan Rumah Minimal Rp10 Juta

Daurina Lestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyiapkan dana bantuan sebesar Rp1 miliar untuk korban gempa di Malang. Seperti diketahui, dampak dari gempa bermagnitudo 6,1 itu merusak 2.500 bangunan di 23 kecamatan di Kabupaten Malang.

"BNPB harus segera berikan bantuan kepada Pemda, pertama dana siap pakai untuk bantu dapur lapangan sebesar Rp1 miliar yang akan disalurkan ke Pemprov, melalui BPBD," kata Doni, Senin 12 April 2021.

Doni mengatakan, untuk korban rumah rusak yang mencapai 2.500 lebih bisa diperbaiki atau dibangun dengan secara swakelola untuk kategori ringan dan sedang. Caranya, pemerintah daerah mengajukan usulan ke BNPB dengan menyertakan nama pemilik rumah, alamat rumah dan KTP korban gempa.

"Rumah warga rusak sedang dan ringan bisa dibangun secara swakelola, dengan persyaratan Pemerintah Daerah mengajukan usulan ke pusat ke BNPB dengan nama dan alamat yang ada dan KTP. Sebelum ini diusulkan daerah siapkan staf pengamanan di balai desa atau kelurahan sehingga warga bisa menilai, mana yang mengalami kerusakan ringan sedang dan berat," ujar Doni.

Doni mengungkapkan, nominal bantuan untuk masing-masing korban gempa yang rumahnya rusak akibat gempa berbeda-beda. Untuk kategori ringan akan mendapat bantuan Rp10 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak berat Rp50 juta.

"Kategori ringan Rp10 juta, sedang Rp25 juta rusak berat Rp50 juta. Untuk rusak berat dibantu TNI/POLRI dan PUPR sehingga lebih cepat. Termasuk rumah ringan dan rusak sedang, juga masuk prioritas karena akan masuk ke bulan puasa kita berharap warga tidak terlalu lama di tempat pengungsian," tutur Doni.

Doni juga memuji langkah cepat Pemprov Jatim, pemerintah daerah, TNI, Polri dan Tim SAR karena sigap memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa. Mereka langsung melakukan evakuasi, membersihkan puing-puing bangunan runtuh, mendirikan posko kesehatan dan membuat dapur umum untuk makan warga.

"Kami harapkan koordinasi provinsi dengan pusat bisa terjalin baik, demikian juga dengan penanganan yang ada di wilayah Jatim sigap ke lapangan, sehingga warga terdampak bisa mendapat pasokan makanan setiap waktu. Dan kita harapkan koordinasi antara semua unsur agar penanganan tanggap darurat bisa optimal," kata Doni.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, jumlah ribuan rumah rusak itu tersebar di 23 kecamatan dari 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Untuk rumah dari 2.364 unit, sebanyak 1.051 rusak ringan, 625 rusak sedang dan 688 rusak berat.

"Belum selesai proses asesmen masih berjalan sampai hari ini. Kalau untuk bangunan non rumah dari 234 itu rinciannya, tempat ibadah 45 unit, sekolah 167 unit, fasilitas kesehatan 9 unit dan fasilitas umum 13 unit," kata Sadono.