Update Korban Kanjuruhan: Total 678 Orang, 131 Meninggal Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri memperbarui data korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Total korban sebanyak 678 orang sebagaimana data, Jumat (7/10).

"Jumlah total korban 678 orang," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangannya.

Data itu merupakan hasil update hari ini sekitar pukul 15.30 WIB, yang telah dikonsolidasikan dan kroscek ulang dengan pemerintah setempat serta rumah sakit terkait.

Dari total 678 korban, terbagi menjadi 131 orang korban meninggal. Sedangkan 547 orang korban luka-luka terbagi menjadi luka ringan 131 orang, luka sedang 43 orang, dan luka berat 23 orang.

"Semua data telah dikonfirmasi dengan direktur Rumah Sakit, bagian pelayanan medis dan bagian forensik," jelas Dedi.

Dari seluruh data korban luka, terdapat sebanyak 60 orang yang sedang menjalani perawatan inap di rumah sakit.

Rinciannya

Berikut datanya:
1. RSSA : 34 Orang ( 6 ICU,
28 Ruangan)
2. RSUD Kanjuruhan : 9
(1 ICU, 8 Ruangan)
3. RSB Hasta Brata : 4
4. RSI Aisyiyah : 2 Orang
(1 HCU, 1 Ruangan)
5. RS Wava Husada : 5
6. RST Soepraoen : 2
7. RS UNISMA : 2
8.RSI Gondanglegi : 2

Enam Orang Tersangka

Dalam kasus ini, sebanyak enam orang ditetapkan sebagai tersangka terdiri atas tiga warga sipil, yakni Direktur Utama LIB Ahmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang Abdul Haris dan Security Officer Steward Suko Sutrisno.

Ketiganya disangkakan melanggar ketentuan Pasal 359 KUHP dan/atau Pasal 360 KUHP dan/atau Pasal 103 ayat (1) juncto Pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Tiga tersangka lainnya dari unsur kepolisian, yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jatim inisial AKP Hasdarman.

Mereka melanggar ketentuan Pasal 359 dan/atau Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. [rnd]