Korban Kasus Binomo Indra Kenz Capai 114 orang, Kerugian Rp83 Miliar

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkapkan bahwa korban penipuan bermodus investasi melalui aplikasi Binary Options atau Binomo dengan tersangka Indra Kesuma alias Indra Kenz mencapai 114 orang. Polisi mencatat total kerugian para korban sekitar Rp83 miliar.

"Kerugian para korban afiliator Indra Kenz sebanyak 144 orang kerugian sekitar Rp83.365.707.894," kata Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma kumara dalam keterangan tertulis, Kamis (9/6).

Chandra mengatakan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan via aplikasi Binomo. Mereka adalah Indra Kenz, Brian Edgar Nababan, Wiky Mandara Nurhalim, Fakar Suhartami Pratama, Nathania Kesuma, Vanessa Khong dan Rudiyanto Pei.

Jumlah Aset Disita Polisi

Sementara aset disita dari para tersangka mencapai Rp67.141.043.715. Aset itu terdiri dari empat bidang tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp32.800.000.000. Selain itu, dua kendaraan dengan nilai sekitar Rp3.800.000.000, 12 jam tangan mewah dengan nilai sekitar Rp25.345.000.000. Terakhir aset disita berupa uang senilai Rp 5.196.043.715.

"Penyitaan aset berupa barang dan aset dengan nilai sekitar Rp67.141.043.715," ujar dia.

Penyidik telah memeriksa sebanyak 138 saksi di antaranya 131 orang sebagai saksi ahli dan 7 orang sebagai saksi ahli.

Para tersangka dijerat Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat 2 dan atau Pasal 45 A ayat (1) jo 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel