Korban Kebakaran Gudang JNE Depok Mengamuk, Ini Penyebabnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga korban kebakaran gudang JNE di jalan Pekapuran, Ciamis, Kota Depok mengamuk. Pemicunya lantaran ada pihak yang tidak memperbolehkan ambulans parkir di area pabrik sekitar lokasi.

"Ini kan harusnya sangat bijak kalau mobil ambulans ini sudah parkir dan (lahan mereka) terbuka sangat lega. Tapi mereka tidak izinkan," kata Kia, salah satu warga, Senin (12/9).

Warga merasa pihak tersebut tidak memiliki rasa empati pada korban kebakaran. Sebelumnya warga juga merasa kesal karena ketika mereka hendak numpang parkir kendaraan pribadi juga tidak dizinkan.

"Tadi kan pagi kami panik dan semua mengeluarkan mobil dan mereka tidak izinkan parkir. Ya sudah kami legowo parkir di pinggir jalan. Ini ternyata mobil ambulans juga tidak diizinkan parkir," keluhnya.

Melihat hal tersebut, warga pun ramai-ramai marah pada pihak pabrik. Saat itu, ada dua unit mobil ambulans hendak masuk dan ingin parkir di halaman pabrik. Karena lokasi jalan sangat sempit, warga meminta bantuan pada pihak pabrik agar mengizinkan sementara parkir mobil ambulans.

Dua mobil ambulans itu pun terpaksa parkir di lahan sempit milik warga. Dua mobil tersebut disiagakan untuk menolong kalau ada warga dan petugas yang terluka akibat kebakaran. Melihat pelarangan tersebut warga ramai-ramai mendatangi pintu samping pabrik. Mereka marah dan terjadi adu mulut. Beruntung petugas kepolisian segera menyelesaikan permasalahan.

"Warga kami sejak pagi sudah capek sekali, masa mau parkir mobil ambulans saja tidak boleh," ujar Kia kesal.

Setidaknya ada dua rumah dengan dua lantai yang terbakar dalam peristiwa tersebut. Satu rumah hangus terbakar tanpa sisa. Sedangkan satu rumah lagi terbakar di bagian lantai dua dan sedikit di lantai satu. Korban kebakaran meminta adanya pertanggungjawaban dari pihak JNE selaku pemilik gudang.

"Perusahaan besar seperti JNE pasti ada asuransi atau paling tidak ada dicover kerugian. Sebagai kerabat korban yang rumahnya ludes berharap ada ganti rugi," kata Aditya, salah satu warga. [cob]