Korban Kekerasan Oknum TNI Menghilang

Pekanbaru (ANTARA) - Seorang kameramen Riau Televisi (RTV), Robiyanto (30) yang menjadi korban kekerasan para oknum TNI Angkatan Udara dan juga korban pengeroyokan empat orang tak dikenal, menghilang tanpa diketahui keberadaannya.

Kediaman Robiyanto yang berada di Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Jumat, terlihat sepi tanpa penghuni.

Sejumlah warga di sekitar lokasi rumah korban kekerasan TNI-AU yang sekaligus pemilik rekaman kekerasan atas penganiayaan Didik Herwanto, pewarta foto Riau Pos yang juga korban kekerasan oknum TNI itu, mengaku tidak mengetahui keberadaan pria dengan sapaan Roby tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu (14/11), Roby dikabarkan sempat babak belur dikeroyok empat orang tidak dikenal saat hendak pulang dari bengkel menuju rumahnya.

Ketika itu, Roby menceritakan, aksi pemukulan terhadap dirinya terjadi pada Rabu (14/11) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

"Tepat di persimpangan Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Melati I, Kecamatan Marpoyan Damai, ketika itu saya mau pulang ke rumah tiba-tiba mobil saya di pepet sama dua sepeda motor yang masing-masing di tumpangi dua orang," katanya.

Kejadian pengeroyokan terhadap Roby diakui berlangsung sangat cepat. "Setelah memepet saya, empat orang itu langsung turun dan memaksa saya turun dari mobil dan langsung memukuli," katanya.

Usai menghajar Roby secara membabi buta, keempat pelaku diakuinya langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Akibat pemukulan itu, pelipis mata Robi robek dan wajahnya mengalami luka memar bahkan sebelah kakinya harus menderita pembengkakkan.

Aksi pengeroyokan terhadap Roby malam itu diakui ada kaitannya dengan rentetan kejadian pemukulan wartawan yang dilakukan Letkol Penerbangan Robert Simanjuntak, saat jatuhnya pesawat Hawk 200 beberapa waktu lalu di Siak Huku, Kabupaten Kampar, Riau.


Ketika itu, Roby tidak hanya menjadi korban, namun Robi juga menjadi pahlawan jurnalis, karena berhasil mengabadikan gambar kebrutalan Robert.

Atas peristiwa penganiayaan itu, Roby mengaku juga telah melaporkannya ke Markas Polsek Bukit Raya berharap para pelaku dapat segera ditangkap dan menjalani hukuman setimpal.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.