Korban Kerusuhan Suporter di Babarsari Sleman Meninggal Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang warga Glendongan, Babarsari, Kabupaten Sleman, Tri Fajar Firmansyah yang menjadi korban salah sasaran saat terjadi kerusuhan suporter di daerah Babarsari pada Senin (25/7), meninggal dunia. Fajar sempat mendapatkan perawatan di RSPAU Hardjolukito akibat mengalami luka di bagian kepala.

Fajar meninggal dunia dalam perawatan RSPAU Hardjolukito pada Selasa (2/8). Dia dimakamkan pada Rabu (3/8) siang.

Ribuan suporter PSS Sleman nampak memadati rumah duka dan mengantarkan jenazah Fajar hingga ke liang kubur.

Dikeroyok saat Tonton Konvoi

Ayah Fajar, Wahyudi (59) mengatakan, sesaat sebelum kejadian, sang anak sempat makan bersamanya. Kemudian Fajar bersama temannya menonton konvoi suporter di daerah Babarsari.

Setelahnya, Wahyudi mendapatkan kabar kalau anaknya menjadi korban pengeroyokan. Kemudian anaknya dilarikan ke RSPAU Hardjolukito.

"Dari cerita teman-temannya, anak saya dikeroyok. Sempat lari, jatuh dua kali. Dia lari terus dikejar dan dikeroyok," kata Wahyudi di rumah duka.

Tak Sadarkan Diri hingga Meninggal

Wahyudi menceritakan anaknya mengalami luka di bagian kepala belakang. Sebelum masuk rumah sakit, anaknya sudah tak sadarkan diri. "Dari awal sampai meninggal gak sadarkan diri, koma," ungkapnya.

Wahyudi menuturkan jika anaknya sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Menurutnya, Fajar anak yang baik, ramah dan punya banyak teman.

"Tidak aneh-aneh anak saya itu. Orangnya baik, berteman juga tidak memilih-milih, sama siapa saja berteman," ungkap Wahyudi. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel