Korban Ledakan Pipa Minyak Bertambah

Palembang (ANTARA) - Korban meninggal dunia akibat ledakan di jalur pipa minyak Pertamina distribusi Tempino - Plaju KM 219 Dusun Srimaju, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, bertambah menjadi sembilan orang.

"Pada saat kejadian, Kamis (4/10) lalu, hanya empat orang yang meninggal, kini bertambah menjadi sembilan orang. Korban meninggal terakhir, Anisa (70) warga Dusun Srimaju, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin," kata Kapolres Musi Banyuasin AKBP Toto Wibowo ketika dihubungi dari Palembang, Rabu.

Sebelumnya korban yang mengalami luka bakar cukup parah itu, mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bratanata (DKT) Jambi sejak peristiwa tersebut terjadi 4 Oktober lalu.

Namun, kata dia, karena kondisinya terus memburuk, akhirnya nyawanya tidak bisa diselamatkan, dan meninggal pada 15 Oktober lalu.

Kesembilan korban meninggal akibat ledakan di sekitar pipa minyak Pertamina itu yakni Joni (14), Kartini (50), Ahmad bin Saipul (13), Egi bin Narto (18), Agus Bastiar (20), Andri Wibawa (35), Alfian Sauri (40), Rebo (60) dan terakhir Anisa (70), kata kapolres.

Dia menjelaskan, pada saat peristiwa ledakan terjadi tercatat hanya empat korban yang meninggal dunia yakni Joni (14), Kartini (50), Ahmad bin Saipul (13) dan Egi bin Narto (18).

Para korban yang meninggal dunia akibat peristiwa naas itu tiga diantaranya langsung tewas di tempat kejadian dan satu orang atas nama Joni meninggal di mobil ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sedangkan korban yang mengalami luka bakar berdasarkan data yang dihimpun di lokasi kejadian ada 17 orang.

Para korban yang mengalami luka bakar itu sebagian besar sekarang ini masih dirawat di rumah sakit Jambi tersebut, melihat perkembangan kondisi fisik mereka yang terus membaik diharapkan korban meninggal dunia tidak bertambah lagi.

Sementara mengenai perkembangan proses pengusutan kasus ledakan pipa minyak yang menimbulkan korban jiwa itu, menurut Kapolres Muba sekarang ini pihaknya terus mendalami kasus tersebut.

"Beberapa saksi terkait peristiwa naas itu telah diperiksa, begitu juga sejumlah barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) sudah dikumpulkan," ujar AKBP Toto Wibowo.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.