Korban Pemerkosaan di Depok, Diusir Saat Upacara Sekolahnya

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin itulah gambaran yang tepat akan nasib yang dialami ASS (14), siswi SMP Budi Utomo, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Setelah nyaris jadi korban penjualan manusia, hampir dijual sebagai pekerja seks komersial (PSK) ke Batam, dan diperkosa oleh teman facebooknya, Yugi alias Gilang, alias Catur Sugianto, ASS malah dikeluarkan dari sekolahnya, SMP Budi Utomo. Yang lebih menyedihkan, pengusiran dilakukan saat upacara sekolah dan di hadapan murid-murid lain.

“Sebenarnya hari ini adalah hari pertama dia masuk sekolah setelah selama kurang lebih sebulan ASS tidak sekolah. Semangat ASS sangat besar untuk kembali ke sekolah. Namun, yang terjadi adalah sekolah tidak menerima kehadirannya dia lagi. Anak saya diusir tadi ketika mau masuk kelas. Saya nggak mengerti dengan apa yang diinginkan pihak sekolah,” tutur Rauden Gultom, ibu dari ASS kepada wartawan, Senin (8/10/2012).

Rauden juga mengatakan dirinya sempat mengantarkan putri sulungnya kembali ke sekolah.

“Tadi saya antar dia. Saya juga melihat ASS turun dari kelas dengan membawa tas sekolahnya. Hanya menangis saja. Saya juga bingung, karena pemilik yayasan sekolah menghubungi dirinya untuk membicarakan permasalahan ASS. Namun setelah saya datangi, tiba-tiba dia nggak mau ketemu. Saya temui wali kelas ASS juga tidak bicara apa-apa. Ini ada apa sebenarnya?” Ujarnya.

Setelah tahu anaknya dikeluarkan dari sekolah, Rauden mengaku langsung membawa pulang ASS, ia mengaku muak dengan perlakuan yang diterima anaknya dari pihak sekolah.

“Saya enggak mau lagi bicara dengan pihak sekolah. Sudah cukup anak saya dipermalukan di depan umum. Bayangkan saja, saat upacara berlangsung pihak sekolah membicarakan ASS di depan siswa yang lain. Meski nggak menyebut nama, namun itu sudah menyudut dan menyindir ASS,” papar Rauden.

Labih lanjut Rauden mengatakan, usai pengusiran tersebut hingga saat ini ASS masih sangat terpukul dan tidak berhenti menangis.

“Ia hanya menangis saja. Inti dari pidato upacara tadi membuat dia shock. Intinya, sekolah tidak bersedia memiliki anak didik yang menjelekkan nama sekolah. Pihak sekolah menganggap ASS telah mencoreng nama baik SMP Budi Utomo,” tuturnya dengan geram.

Sementara itu pihak sekolah membantah telah mengusir ASS dari sekolah. Salah seorang guru mengatakan yayasan hanya mengingatkan agar siswa-siswinya tidak terlibat tindakan asusila.

"Hanya diingatkan agar tidak ada tindakan serupa. Tidak ada itu pengusiran," terang Candra, Guru Bahasa Mandarin di SMP Budi Utomo, Senin (08/10/2012).

Menurut Chandra, hingga saat ini orang tua korban tidak ada komunikasi dengan sekolah. Dia justru mengaku kaget dengan adanya kabar pengusiran tersebut.

"Tidak ada pengusiran sama sekali, kalau mau lebih jelas ke kepala sekolah saja, enggak ada pengusiran, tadi pagi itu dari pihak pembina upacara agar siswa enggak gampang kebawa orang, intinya hanya sekedar mengingatkan anak SMP jangan terbawa lagi, agar kejadian yang sudah terjadi, tak terulang lagi,” tukas Chandra.

Pagi tadi, menurut Chandra, kepala sekolah secara langsung menyampaikan pidatonya dalam upacara. Namun Chandra mengaku tak melihat ASS menangis usai upacara.

“Bu Renata yang pidato, ada ASS tadi kok upacara, enggak ada diusir, enggak, enggak, dari keluarga ASS dengan sekolah belum ada omongan, saya enggak melihat ASS menangis, saat ini kan lagi UTS. ASS belum tentu dikeluarkan, hanya mengimbau saja, semuanya. Enggak ada omongan soal aib,” tandasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.