Korban Perundungan di Tasikmalaya Meninggal Dunia karena Komplikasi Tifoid

Merdeka.com - Merdeka.com - Bocah korban perundungan di Kabupaten Tasikmaya meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaparna Medika Citrautama (SMC). Dalam diagnosanya, anak yang masih berusia 11 tahun itu dinyatakan meninggal karena ada komplikasi tifoid.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD SMC Adi Widodo mengatakan bahwa korban diketahui dibawa oleh pihak keluarga ke tempatnya pada Sabtu (16/7) sekitar pukul 19.00. Saat itu, kondisi pasien diketahui dalam kondisi penurunan kesadaran.

Berdasarkan keterangan dari orang tuanya, korban diketahui sudah mengalami penurunan kesadaran sejak satu hari sebelum masuk rumah sakit.

"Jadi ada demam sudah satu minggu dan kondisi lemah tidak bisa makan minum, berdasarkan pengakuan keluarga. Secara medis, penyebab kematian hasil diagnosis akhir ada komplikasi dari tifoid yang menyerang ke otak. Neuropati tapi masih suspek," kata Adi kepada wartawan.

Korban Depresi

Adapun terkait kondisi mental pasien, dijelaskan Adi, diketahui suspek episode depresi. Namun walau begitu, pihaknya belum bisa melakukan tindak lanjut akan diagnosa tersebut karena pasien belum bisa ditanya oleh dokter spesialis jiwa.

"Itu mungkin karena gangguan kejiwaan, bisa dari faktor eksternal maupun internal. Bisa dari penyakit organik karena ada demam tifoid juga bisa menyebabkan gangguan kesadaran atau mentalnya. Sementara pengakuan keluarga katanya ada perundungan," jelasnya.

Menurut Adi, ketika pasien mengalami gangguan kejiwaan, maka akan mengalami penurunan daya tahan atau imun. "Itu ditambah tak ada masukan makanan dan minuman," pungkasnya.

Seperti diberitakan, seorang siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya meninggal dunia setelah depresi dan tidak mau makan minum. Ia diketahui mengalami depresi setelah dipaksa menyetubuhi seekor kucing sambil direkam oleh teman-temannya.

T (39) ibu kandung korban, menyebut bahwa korban adalah anak kedua dari empat bersaudara. Ia mengatakan anaknya ternyata kerap mendapatkan perundungan berupa kekerasan fisik dari teman-temannya. Puncaknya, sekitar sepekan sebelum meninggal, video saat korban di-bully dan dipaksa menyetubuhi kucing diduga menyebar di media sosial. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel