Korban Seroja di NTT Akan Dikasih Uang Sewa Rumah Rp500 Ribu per Bulan

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat berharap para pengungsi terdampak bencana badai siklon tropis seroja tidak menempati kamp pengungsian guna menghindari penularan COVID-19.

"Sebaiknya warga tidak dikumpulkan terpusat di kamp pengungsian karena bisa berpotensi adanya penularan COVID-19," kata Viktor di Kupang, Selasa, 13 April 2021, terkait upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di tengah bencana alam badai seroja.

Ia mengatakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang masih terjadi di provinsi berbasis kepulauan itu maka warga yang terdampak bencana alam badai siklon tropis seroja tidak dikumpulkan terpusat dalam kamp pengungsian namun disebarkan ke rumah-rumah penduduk yang tidak terdampak bencana.

"Korban bencana ini sebaiknya disebar ke rumah-rumah warga yang bersedia menampung para korban yang tertimpa bencana," kata Viktor.

Menurutnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyiapkan anggaran sewa rumah bagi para korban terdampak bencana alam badai seroja sebesar Rp500 ribu/bulan untuk biaya kontrakan. Biaya kontrakan rumah itu diberikan sambil menunggu proses relokasi dilakukan pemerintah.

Viktor mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Kupang yang melakukan upaya antisipasi secara dini terhadap penyebaran COVID-19 dengan melakukan rapid test antigen terhadap para pengungsi di kamp-kamp pengungsian.

Menurut Viktor, apabila diperlukan rapid test antigen dilanjutkan dengan tes PCR kepada semua korban yang ada di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. (ant)