Korban tewas akibat gempa di Jawa Barat bertambah jadi 271 jiwa

Korban tewas akibat gempa kuat yang mengguncang Provinsi Jawa Barat bertambah menjadi 271 jiwa pada Rabu (23/11), sementara 40 orang lainnya masih dinyatakan hilang, demikian disampaikan sejumlah pejabat.

"Jumlah korban jiwa tercatat 271 orang dan 40 orang lainnya hilang," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers gabungan pada Rabu.

Hujan dan akses yang buruk ke daerah-daerah yang terdampak gempa di Kabupaten Cianjur menghambat upaya pencarian dan penyelamatan, katanya, merujuk pada gempa bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Provinsi Jawa Barat itu pada Senin (21/11). Gempa itu memaksa 61.908 orang untuk mengungsi dari rumah mereka yang berada di wilayah tersebut setelah gempa itu menghancurkan 56.320 rumah dan fasilitas infrastruktur, termasuk gedung sekolah, jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan gedung perkantoran, katanya.
Hujan dan akses yang buruk ke daerah-daerah yang terdampak gempa di Kabupaten Cianjur menghambat upaya pencarian dan penyelamatan, katanya, merujuk pada gempa bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Provinsi Jawa Barat itu pada Senin (21/11). Gempa itu memaksa 61.908 orang untuk mengungsi dari rumah mereka yang berada di wilayah tersebut setelah gempa itu menghancurkan 56.320 rumah dan fasilitas infrastruktur, termasuk gedung sekolah, jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan gedung perkantoran, katanya.
Gempa itu memaksa 61.908 orang untuk mengungsi dari rumah mereka yang berada di wilayah tersebut setelah gempa itu menghancurkan 56.320 rumah dan fasilitas infrastruktur, termasuk gedung sekolah, jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan gedung perkantoran, katanya.Seorang bayi yang baru lahir terlihat di sebuah tempat penampungan sementara pascagempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada 23 November 2022. (Xinhua/Septianjarar Muharam)
Gempa itu memaksa 61.908 orang untuk mengungsi dari rumah mereka yang berada di wilayah tersebut setelah gempa itu menghancurkan 56.320 rumah dan fasilitas infrastruktur, termasuk gedung sekolah, jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan gedung perkantoran, katanya.Seorang bayi yang baru lahir terlihat di sebuah tempat penampungan sementara pascagempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada 23 November 2022. (Xinhua/Septianjarar Muharam)

Menurut Suharyanto, gempa itu juga melukai 2.043 warga, yang dirawat di sejumlah tenda yang didirikan di luar rumah sakit karena gempa susulan.

Seorang bayi yang baru lahir terlihat di sebuah tempat penampungan sementara pascagempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada 23 November 2022. (Xinhua/Septianjarar Muharam)Foto berikut ini menunjukkan petugas SAR mencari para penyintas yang terkubur di bawah puing-puing pascagempa di Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada 23 November 2022. (Xinhua/Veri Sanovri)
Seorang bayi yang baru lahir terlihat di sebuah tempat penampungan sementara pascagempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada 23 November 2022. (Xinhua/Septianjarar Muharam)Foto berikut ini menunjukkan petugas SAR mencari para penyintas yang terkubur di bawah puing-puing pascagempa di Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada 23 November 2022. (Xinhua/Veri Sanovri)

Sebanyak 14 pusat evakuasi telah didirikan, yang menyediakan berbagai kebutuhan bagi para pengungsi, kata Suharyanto, seraya menambahkan bahwa beberapa helikopter mendistribusikan bantuan ke sejumlah daerah terpencil yang dilanda gempa.

Sekitar 171 gempa susulan terjadi hingga Rabu, kata Deputi Bidang Geofisika di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Suko Prayitno Adi.

Foto berikut ini menunjukkan petugas SAR mencari para penyintas yang terkubur di bawah puing-puing pascagempa di Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada 23 November 2022. (Xinhua/Veri Sanovri
Foto berikut ini menunjukkan petugas SAR mencari para penyintas yang terkubur di bawah puing-puing pascagempa di Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada 23 November 2022. (Xinhua/Veri Sanovri

Meski kekuatan gempa susulannya kecil, tetapi itu harus diwaspadai karena pusat gempa berada di darat dan dangkal, kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Dwikorita mengatakan BMKG memperkirakan gempa susulan akan berakhir dalam empat hari.