Korban Tewas Akibat Topan Rai di Filipina Bertambah Jadi 389 Orang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Manila - Korban tewas akibat Topan Rai di Filipina melonjak menjadi 389, dengan 64 lainnya hilang, kata badan penanggulangan bencana pemerintah, pada Senin (27/12).

Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) mengatakan bahwa Topan Rai yang melanda Filipina pada 16 Desember itu juga melukai 1.146 orang.

Badan tersebut mengatakan, topan telah mempengaruhi lebih dari 4,2 juta orang di 11 wilayah di bagian tengah dan selatan Filipina, serta bagian utama Pulau Luzon.

Topan, yang ke-15 dan paling kuat yang melanda negara itu tahun ini, memaksa penduduk desa untuk menghabiskan hari-hari musim liburan mereka di pusat evakuasi karena rumah-rumah yang rusak, demikian dikutip dari laman Xinhua, Selasa (28/12/2021).

Kerusakan akibat topan pada pertanian dan infrastruktur telah mencapai lebih dari 22 miliar peso (sekitar 440 juta dolar AS).

Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire mengatakan pada briefing online bahwa topan itu merusak 141 fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, di lima daerah yang dilanda badai.

Departemen Kesehatan Filipina (DOH) telah memantau makanan dan penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare dan gastroenteritis akut di daerah yang dilanda topan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penyebaran COVID-19 di Tengah Bencana

Seorang pria membawa ember di samping rumah yang rusak akibat Topan Rai di Talisay, provinsi Cebu, Filipina tengah, Jumat (17/12/2021). Lebih dari 300.000 penduduk desa telah melarikan diri ke tempat yang aman sebelum terjangan Topan Rai. (AP Photo/Jay Labra)
Seorang pria membawa ember di samping rumah yang rusak akibat Topan Rai di Talisay, provinsi Cebu, Filipina tengah, Jumat (17/12/2021). Lebih dari 300.000 penduduk desa telah melarikan diri ke tempat yang aman sebelum terjangan Topan Rai. (AP Photo/Jay Labra)

Vergeire mendesak para pengungsi untuk mengikuti cara menghindari infeksi di tengah pandemi COVID-19, menambahkan bahwa sangat penting untuk mengawasi pengungsi dengan gejala virus corona, dan membuat kamar terpisah bagi yang rentan seperti orang tua.

Dia mengatakan bahwa topan juga telah mempengaruhi 62 laboratorium pengujian untuk COVID-19 dan membuang ribuan dosis vaksin karena pemadaman listrik.

Pemerintah terus memberikan bantuan ke daerah-daerah yang terkena bencana, termasuk makanan, air minum, sambil memulihkan jalan, telekomunikasi, dan rumah yang rusak.

China telah menawarkan bantuan mendesak termasuk paket makanan, sumbangan beras, dan uang tunai untuk mendukung upaya bantuan dan pemulihan pemerintah Filipina dan untuk membantu para korban bencana topan di negara Asia Tenggara.

Infografis: Mitigasi Bencana Masih Lemah

Infografis: Mitigasi Bencana Masih Lemah (Liputan6.com / Abdillah)
Infografis: Mitigasi Bencana Masih Lemah (Liputan6.com / Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel