Korban Tewas Banjir Bandang di Uttarakhand Bertambah hingga 100 Jiwa

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Uttarakhand - Lebih dari 100 orang tewas setelah hujan deras memicu banjir bandang di negara bagian Uttarakhand di India utara dan sebagian wilayah Nepal.

Rumah-rumah terendam atau hancur oleh batu yang tersapu oleh tanah longsor.

Dikutip BBC, Kamis (21/10/2021), sekitar 50 orang, termasuk lima orang dari satu keluarga, meninggal di Uttarakhand dan jumlah yang sama dilaporkan di Nepal, dengan sejumlah lainnya hilang di kedua negara.

Hujan lebih jauh ke selatan di negara bagian Kerala India juga memicu banjir mematikan, menyebabkan 39 orang tewas di sana.

Enam jasad lagi ditemukan pada hari Rabu di Uttarakhand, menjadikan jumlah korban tewas di negara bagian Himalaya, menjadi 52.

Sekolah telah ditutup dan kegiatan keagamaan dan wisata ditangguhkan di negara bagian.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Curah Hujan Tinggi

ilustrasi hujan deras. (Pixabay)
ilustrasi hujan deras. (Pixabay)

Sungai Gangga meluap di Rishikesh dan wilayah Nainital yang populer sangat terpengaruh.

Uttarakhand, yang biasanya mengalami curah hujan hingga 30,5 mm (1,2 inci) sepanjang Oktober, mencatat 328 mm dalam periode 24 jam minggu ini. Tetapi Departemen Meteorologi India mengatakan curah hujan sekarang berkurang.

Curah hujan di Nepal mungkin tidak begitu cepat mereda. Daerah yang terkena dampak terburuk adalah distrik Panchthar di Nepal timur, dan Ilam dan Doti di Nepal barat.

Tim penyelamat berjuang untuk mencapai 60 orang yang terdampar selama dua hari di desa Seti di Nepal barat, lapor Reuters.

Pemerintah Nepal memberikan bantuan senilai $1.700 (Rp 24 juta) kepada keluarga korban banjir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel