Korban Tewas Banjir Korea Utara Jadi 169  

 

 

TEMPO.CO , PYONGYANG—Korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Korea Utara pekan ini meningkat menjadi 169 orang. Seperti dilansir kantor berita Korea Utara, KCNA, Sabtu 4 Agustus 2012, korban hilang juga meningkat menajdi 400 orang.

Laporan ini juga menyebutkan bahwa hujan deras yang turun pada akhir Juni hingga akhir Juli lali menyebabkan 212.200 penduduk kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.

Banjir juga merusak 65.280 hektar lahan pertanian yang terdiri dari jagung, kedelai dan padi. Bahan pangan ini sangat penting bagi negara miskin tersebut.

Untuk itu, Badan Dunia untuk Program Pangan (WFP) telah mengirimkan bantuan pangan ke lokasi bencana sejak Jumat lalu. Bantuan ini diberikan setelah Korea Utara secara khusus meminta pertolongan PBB. WFP menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan setiap korban 400 gram jagung setiap hari selama dua pekan. 

Lokasi yang paling membutuhkan bantuan menurut WFP adalah Anju dan Songchon di Provinsi Pyongan Selatan dan Chonnae di Provinsi Kangwon. Banjir di beberapa lokasi merusak stasiun pompa dan mata air sehingga ratusan ribu penduduk kini terancam kekurangan air minum.

Kondisi ini semakin diperparah oleh tercemarnya sumur dari bakteri penyebab diare yang dapat menyebabkan wabah. Berdasarkan data tim PBB, sekitar 50 ribu keluarga membutuhkan tablet penjernih air untuk menjaga pasokan air minum. Badan Dunia untuk Anak-Anak (UNICEF) dalam kesempatan terpisah akan segera mengirim 10 juta tablet penjernih air bersama obat-obatan dan cairan infus.

Negara ini mengalami kelaparan parah pada periode 1990-an yang menewaskan ratusan ribu penduduk. Kondisi ini masih berlanjut hingga sekarang. PBB tahun lalu memprediksi sekitar 3 juta warga Korea Utara membutuhkan bantuan makanan, bahkan sebelum musibah banjir ini terjadi. 

L KOREAN HERALD | BBC | SITA PLANASARI AQUADINI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.