Korban Tewas di Ukraina Jauh Lebih Tinggi dari Data PBB

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga sipil yang tewas dalam perang di Ukraina jauh lebih tinggi dari data PBB sebanyak 3.381 orang. Menurut Kepala Misi Pemantauan HAM PBB di Ukraina, Matilda Bogner, ada ribuan lagi korban jiwa dalam perang yang memasuki 11 minggu itu.

Tim PBB, yang terdiri dari 55 pemantau di Ukraina, mengatakan sebagian besar korban tewas karena penggunaan senjata peledak yang jangkaunnya luas seperti rudal dan serangan udara.

"Kami telah membuat perkiraan, tapi yang bisa saya sampaikan sekarang adalah jumlahnya ribuan lebih tinggi daripada angka yang saat ini kami berikan kepada Anda," jelas Bogner kepada wartawan di Jenewa, ketika ditanya soal korban tewas dan luka.

"Lubang hitam besar itu benar-benar Mariupol di mana kami sulit untuk mendapat akses penuh dan mengumpulkan informasi," lanjutnya, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (11/5).

Mariupol adalah kota pelabuhan di Ukraina tenggara di mana terjadi pertempuran sengit pasukan Ukraina dan Rusia.

Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam serangannya.

Bogner mengatakan timnya juga menyelidiki dugaan penyiksaan, perlakuan buruk, dan eksekusi yang dilakukan pasukan Ukraina terhadap pasukan Rusia dan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Rusia.

"Dalam hal tingkat pelanggaran oleh pasukan Ukraina, walaupun skalanya secara signifikan lebih tinggi tuduhan terhadap pasukan Rusia, kami juga mendokumentasikan pelanggaran oleh pasukan Ukraina," jelasnya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel