Korban Tewas Gempa Bumi di Afghanistan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Merdeka.com - Merdeka.com - Gempa bumi mengguncang Provinsi Paktika, Afghanistan pada Rabu, menewaskan sedikitnya 1.000 orang. Sebelumnya dilaporkan korban tewas sebanyak 255 orang.

Badan penanggulangan bencana menyampaikan, 600 lebih lainnya terluka. Dikutip dari Reuters, Kamis (23/6), jumlah korban jiwa juga diperkirakan terus bertambah karena saat ini informasi dari wilayah bencana di desa kawasan pegunungan itu masih terbatas.

Sejumlah orang juga masih terjebak di bawah reruntuhan rumah mereka, menurut petugas kesehatan dan bantuan. Operasi penyelamatan terkendala medan yang berat dan cuaca seperti hujan lebat, longsor, dan banyak desa berada di daerah lereng gunung yang sulit diakses.

"Banyak orang masih terkubur di bawah tanah. Tim penyelamat Emirat Islam telah tiba dan dengan bantuan masyarakat setempat sedang berusaha mengeluarkan korban tewas dan terluka," jelas seorang tenaga kesehatan di Paktika, meminta tak disebutkan namanya karena tidak berwenang memberi keterangan ke media.

Kementerian Pertahanan Afghanistan memimpin upaya penyelamatan.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri, Salahuddin Ayubi mengatakan jumlah korban jiwa kemungkinan bertambah karena beberapa desa berada di wilayah terpencil di pegunungan dan butuh waktu untuk mengumpulkan informasi rinci.

Ayubi mengatakan, sebagian besar korban jiwa berasal dari wilayah timur Paktika, di mana 255 orang tewas dan 200 lebih lainnya terluka.

Sementara itu di Provinsi Khost, 25 orang tewas dan 90 orang dibawa ke rumah sakit.

Loretta Hieber Girardet dari kantor pengurangan risiko bencana PBB mengatakan, upaya untuk memberikan bantuan dan menyelamatkan orang yang terjebak di bawah reruntuhan sangat terkendala karena medan dan cuaca.

Kantor kemanusiaan PBB mengatakan telah mengerahkan tim medis dan menyalurkan peralatan medis ke lokasi bencana.

Gempa paling mematikan

mematikan rev1
mematikan rev1.jpg

Gempa berkekuatan 6,1 magnitudo itu merupakan yang paling mematikan di Afghanistan sejak 2002. Getarannya mengguncang sekitar 44 kilometer dari kota Khost di tenggara, dekat perbatasan Pakistan, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Pusat Kegempaan Eropa-Mediterania (EMSC) mengatakan, getaran gempa dirasakan sekitar 119 juta orang di Pakistan, Afghanaistan, dan India, tapi belum ada laporan kerusakan atau korban di Pakistan.

"Kami semua sedang tidur di rumah dan kamar itu runtuh menimpa kami," kata seorang warga Paktika, Gul Faraz yang dirawat di rumah sakit bersama istri dan anak-anaknya.

Faraz mengatakan beberapa anggota keluarganya tewas.

"Semua rumah di wilayah kami hancur, tidak hanya satu, tapi seluruh kawasan hancur," lanjutnya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengatakan Taliban akan menyambut baik bantuan internasional.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengarahkan Badan Pembangunan Internasional AS dan lembaga pemerintahan federal lainnya membantu menentukan langkah AS dalam merespons bencana di Afghanistan ini. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel