Korban Tewas Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Bertambah 2 Orang, Total 43

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Korban tewas akibat kebakaran di Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang bertambah dua orang. Sehingga total korban tewas akibat kejadiaan nahas tersebut menjadi 43 orang.

"Saya baru dapat info tadi pagi dari dokter yang jaga, kalau pasien yang luka bakarnya 98 persen meninggal dua orang," ungkap Humas RSUD Kabupaten Tangerang, dr Hilwani, Kamis (9/9/2021).

Hilwani menuturkan, meninggalnya dua napi Lapas Kelas 1 Tangerang yang sejak awal mendapat perawatan di kamar ICU RSUD Kabupaten Tangerang tersebut lantaran luka bakar di sekujur tubuhnya yang mencapai 98 persen.

Sehingga terjadi kerusakan bukan hanya di sistem pernapasannya saja, melainkan sudah multiorgan.

Keduanya meninggal sekitar pukul 03.00 sampai 04.00 dini hari, Kamis 9 September 2021. "Persisnya jam berapa saya belum dapat info lagi," kata dia.

Sementara, Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti, membenarkan meninggalnya dua napi Lapas Kelas I Tangerang tersebut.

"Iya benar, tadi malam. Kami sudah dapat kabarnya," ujar Rika.

Polisi Temukan Dugaan Titik Api Penyebab Kebakaran di Lapas Tangerang

Penampakan Lapas Kelas I Tangerang usai kebakaran, Rabu (8/9/2021). (dok Kemenkumham)
Penampakan Lapas Kelas I Tangerang usai kebakaran, Rabu (8/9/2021). (dok Kemenkumham)

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, pihaknya perlahan menemukan dugaan titik api penyebab kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.

"Olah TKP yang melibatkan tim Inavis baik dari Polda, dan juga kami melibatkan Puslabfor Mabes Polri, kemudian hasil temuan sementara, saya ingatkan belum dapat dipastikan. Namun, diduga akibat hubungan arus pendek (listrik)," kata dia, Rabu (8/9/2021).

Dari olah TKP tersebut, masih kata Ade, polisi menyimpulkan sementara bahwa titik api bersumber dari satu saja, yang terjadi di atap atau dibalik plafon ruang tahanan di Blok C2.

"Kemudian atap terjadi di atas, tiitik api di atas di balik plafon, plafon terbuat dari bahan triplek yang mudah terbakar," jelas dia.

Selain itu, dari olah TKP tersebut, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti seperti kabel yang diduga asal terjadinya arus pendek dan menyebabkan terjadinya kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.

Adapun seluruh barang bukti tersebut sudah berada di Puslabfor untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Kemudian ada beberapa alat listrik dan saluran instalasi kelistrikan yang juga ikut dibawa," kata Ade.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel