Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Ditemukan Terbungkus Kain Putih

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua warga Jember turut menjadi korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Mereka adalah Faiqotul Hikmah (22 tahun) warga Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari dan Noval Putra Aulia (18 tahun) warga Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari.

Jenazah kedua korban telah tiba di rumah duka masing-masing. Nur Laela (30 tahun), kakak Faiqotul Hikmah mengatakan, adiknya meninggal dunia dalam laga Arema FC vs Persebaya. Kedatangan jenazah Faiqotul Hikmah di rumah duka disambut isak tangis keluarga.

"Adik saya memang fans berat Arema FC sejak dari masih sekolah," katanya sembari menahan tangis, Minggu (2/10).

Semasa hidupnya, dia mengungkapkan, Faiqotul bekerja di sebuah pabrik pengolahan hasil pertanian di Jember.

"Adik saya berangkat ke Malang bersama belasan teman-temannya. Dari Jember, berangkat naik motor bareng-bareng," lanjut Nur.

Salah satu rekan yang ikut bersama korban menonton laga Arema FC vs Persebaya adalah Abdul Mukit.

"Kebetulan dia punya tiket, jadi bisa menonton dari tribun. Sedangkan saya cuma menonton dari luar stadion karena tidak dapat tiket," ujar Mukit.

Ketika laga berakhir dan suasana mulai menunjukkan tanda-tanda ricuh, Mukit berusaha mencari korban. Saat itu, dia bertemu teman satu rombongan yang juga bersama korban menonton dari tribun.

Mukit kemudian masuk ke stadion saat kondisi sudah berangsur reda.

"Teman saya mengabarkan kalau korban sudah meninggal di dalam stadion. Waktu itu saya lihat jenazah sudah terbungkus kain putih seperti mukenah," pungkasnya. [fik]