Korea Selatan Harap Kerja Sama dengan Indonesia Lebih Strategis pada 2020

Liputan6.com, Jakarta - Keakraban Jokowi dengan Presiden Republik Korea (Korea Selatan) Moon Jae-in terlihat dalam beberapa kesempatan, yang terakhir ketika Presiden RI itu menghadiri Konferensi Tingkat Tingkat (KTT) ASEAN-RoK ke-30 di Busan pada November 2019 lalu.

Kedekatan kedua pemimpin negara ini juga menandai eratnya hubungan bilateral antara Korea Selatan dan Indonesia.

Duta Besar Republik Korea (Korea Selatan) untuk Indonesia, Kim Chang-beom menyampaikan capaian kerja sama antara kedua negara pada tahun 2019 dalam pertemuan bersama awak media di kantor Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta, 14 Januari 2020. Maka dari itu, ia turut menyampaikan harapannya agar hubungan bilateral Indonesia-Korea bisa semakin strategis di tahun 2020.

"Tahun ini akan menjadi kerja sama strategis 2.0 antara Korea Selatan dan Indonesia di tahun 2020," ujar Kim Chang-beom.

Ia menyampaikan bahwa hubungan yang lebih dalam dan luas diharapkan dalam kerja sama kedua negara tahun ini.

Fokus Kerja Sama

Duta Besar Korea untuk Indonesia, Kim Chang-beom ketika memaparkan hasil kerja sama dengan Indonesia dan agenda di 2020 kepada media pada Selasa 14 Januari 2020. (Liputan6.com/Benedikta Miranti T.V)
Duta Besar Korea untuk Indonesia, Kim Chang-beom ketika memaparkan hasil kerja sama dengan Indonesia dan agenda di 2020 kepada media pada Selasa 14 Januari 2020. (Liputan6.com/Benedikta Miranti T.V)

Demi mewujudkan hubungan strategis 2.0 antara Korea Selatan dan Indonesia, Chang-beom memaparka tiga fokus utamanya.

Ia mengatakan keinginannya untuk meningkatkan konektivitas bersama. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan membuka kantor konsulat di Bali. Kedutaan Besar Republik Korea berencana untuk membuka kantor konsulat atau hub di Bali.

Kantor konsulat akan meliputi wilayah Bali, Lombok, NTT dan NTB. Tujuannya adalah memaksimalkan pelayanan diplomasi di wilayah tersebut, apalagi dengan meningkatnya jumlah turis Korea yang berkunjung ke Bali dan sekitarnya.

Peningkatan konektivitas juga dilakukan dengan cara menguatkan sumber daya manusia di bidang pendidikan dengan cara mengadakan pelatihan bersama dengan universitas di Indonesia.

Poin selanjutnya yang akan dilakukan untuk mencapai hubungan strategis 2.0 adalah dengan meningkatkan hubungan dan kerja sama ekonomi antara Korsel dan Indonesia.

Penandatanganan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) menjadi salah satu bentuk nyatanya.

"Saya mengharapkan di awal tahun 2021, para pelaku bisnis sudah bisa merasakan manfaat dari IK-CEPA," ujar Chang-beom.

Bersama Negara Lain

Presiden Jokowi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Negara Kim Jung-sook memeriksa penjaga kehormatan saat upacara penyambutan di istana Changdeokgung, Seoul, Senin (10/9). (Jeon Heon-kyun/Pool via AP)
Presiden Jokowi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Negara Kim Jung-sook memeriksa penjaga kehormatan saat upacara penyambutan di istana Changdeokgung, Seoul, Senin (10/9). (Jeon Heon-kyun/Pool via AP)

Hubungan antara Korea Selatan dengan Indonesia tak sebatas itu saja.

Di cakupan wilayah yang lebih luas lagi, Indonesia dan Korsel kembali dipertemukan dalam MIKTA. MIKTA merupakan singkatan dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia. Negara-negara ini juga masuk dalam kelompok Next Eleven.

MIKTA menjadi wadah bagi Korea Selatan dan Indonesia untuk berkolaborasi dalam agenda pembentukan global dan regional.

Di tahun 2020, Korea Selatan akan menjadi ketua MIKTA di mana pernah diduduki oleh Indonesia pada 2018 lalu.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: