Korea Utara Abaikan Tawaran Bantuan dan Vaksin Covid dari AS

Merdeka.com - Merdeka.com - Amerika Serikat (AS) menawarkan bantuan dan juga vaksin Covid-19 kepada Korea Utara yang telang dilanda gelombang infeksi Covid yang meluas. Presiden AS, Joe Biden menyampaikan terkait tawaran ini namun belum ada tanggapan dari Korea Utara.

Setelah Korea Utara melaporkan kasus Covid pertamanya awal bulan ini, banyak pihak mengkhawatirkan krisis kesehatan di negara itu memburuk karena terbatasnya sumber daya kesehatan, termasuk vaksin Covid-19.

Biden, yang berada di Seoul dalam lawatan pertamanya ke Asia sebagai presiden, mengatakan AS dan Korea Selatan juga menyampaikan tawaran baru bantuan Covid-19 ke Pyongyang, namun belum ada jawaban.

"Kami telah menawarkan vaksin, tidak hanya ke Korea Utara tapi juga China, dan kami siap memberikannya segera," jelasnya dalam konferensi pers di Seoul, dikutip dari Al Arabiya, Senin (23/5).

"Kami tidak mendapat tanggapan," lanjutnya.

Saat ini, sekitar 2,5 juta orang dilaporkan mengalami demam di Korea Utara dan 66 kasus kematian dikonfirmasi sejak wabah ini muncul.

Biden dan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol mengungkapkan keprihatinannya atas merebaknya wabah Covid di Korea Utara.

"Republik Korea dan AS ingin bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memberikan bantuan ke DPRK (Korea Utara) untuk memberantas virus," jelas pernyataan bersama Biden-Yoon Suk-yeol.

Rumah sakit di Korea Utara memiliki keterbatasan alat kesehatan, ruang ICU, obat-obatan Covid, maupun kemampuan tes Covid massal.

Yoon menyampaikan, tawaran bantuan tersebut berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan dan terpisah dari masalah politik dan militer Seoul dengan Pyongyang. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel